BATANG — Ratusan atlet berusia 9 hingga 13 tahun turun di berbagai kategori, mulai dari dini, remaja, hingga ganda dewasa. Kejurkab ini bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan pintu masuk ke jenjang yang lebih tinggi.
Ketua panitia Kejurkab PBSI Batang, Dwi Atmoko, mengatakan bahwa kompetisi ini dirancang untuk menjaring bibit unggul asli Batang. Selama tiga hari, pertandingan berlangsung dari pagi hingga malam.
“Harapannya, atlet yang lolos nantinya mampu meraih prestasi di berbagai kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional,” kata Dwi di lokasi, Sabtu (4/7/2026).
Pada Porprov Jawa Tengah 2025 lalu, atlet Batang di nomor ganda campuran berhasil menembus babak semifinal. “Target kami mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut,” tegasnya.
PBSI Batang tidak berhenti di Kejurkab. Dalam waktu dekat, mereka akan menggelar DPRD Cup 2026 yang pesertanya berasal dari multi-karesidenan di Jawa Tengah. Dwi mengingatkan para atlet untuk mempersiapkan diri karena persaingan akan lebih ketat.
Sirnas Yogyakarta yang dijadwalkan pada 9 September 2026 juga menjadi target utama. Sejumlah atlet muda, seperti Elnino (13 tahun), sudah mempersiapkan diri sejak liburan sekolah.
Elnino mengikuti Kejurkab didampingi ayahnya, Hisyam, yang juga bertindak sebagai pelatih pribadi. Hisyam memanfaatkan masa liburan untuk meningkatkan intensitas latihan pagi agar performa anaknya tetap terjaga.
“Selama liburan saya fokuskan latihan pagi agar siap menghadapi kejuaraan berikutnya. Alhamdulillah Nino sudah mengikuti beberapa kejuaraan seperti Champions Jepara dan Popda,” ujar Hisyam.
Menurut Hisyam, melatih anak sendiri lebih sulit dibandingkan atlet lain. “Yang terpenting adalah menjaga konsistensi karena dia masih pemula tetapi sudah bisa bersaing di kategori U-17,” katanya.
Elnino sendiri mengaku senang bisa mengisi liburan dengan bertanding. “Asyik, liburan diisi latihan dan pertandingan seperti ini. Semoga ke depan semakin sering diadakan,” katanya.
Dwi Atmoko mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan Kejurkab, di antaranya Djarum, Bank Jateng, KITB, PLTU/BPI, BIP, dan sejumlah sponsor lainnya. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pembinaan atlet muda di Batang mendapat perhatian serius dari berbagai sektor.