SOLO — Kekalahan 0-3 dari Timnas Indonesia U-17 di Stadion Manahan, Solo, pada 7 Juli lalu diterima dengan lapang dada oleh kubu Malaysia. Pelatih Malaysia U-17 mengakui timnya tampil buruk dan tidak layak mendapatkan hasil imbang, apalagi kemenangan.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, pelatih Malaysia tidak mencari-cari alasan. Ia menilai Garuda Muda bermain lebih agresif dan efektif dalam memanfaatkan peluang. “Kami pantas kalah. Timnas Indonesia U-17 bermain lebih baik dari kami di semua lini,” ujarnya.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Malaysia di turnamen tersebut. Sebelumnya, pada laga perdana yang juga digelar di Stadion Manahan, 4 Juli 2026, kedua tim bermain imbang 1-1.
Pelatih Malaysia menyoroti penurunan konsentrasi anak asuhnya di babak kedua. Ia menyebut timnya gagal membaca skema serangan Indonesia yang terus menekan dari sisi sayap. “Kami kehilangan fokus setelah kebobolan gol pertama. Itu kesalahan fatal,” tambahnya.
Tiga gol Indonesia tercipta melalui skema serangan cepat yang sulit diantisipasi lini belakang Malaysia. Skuad Garuda Muda dinilai lebih matang dalam membaca permainan lawan, terutama dalam transisi bertahan ke menyerang.
Turnamen Garuda Championship Series di Solo menjadi ajang uji coba bagi Timnas Indonesia U-17 sebelum menghadapi kompetisi resmi. Hasil positif melawan Malaysia menjadi sinyal baik bagi proses pembinaan usia muda di Indonesia.
Pelatih Malaysia pun memberikan pujian terhadap perkembangan sepak bola usia muda Indonesia. Ia menilai program pembinaan yang berjalan mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan. “Indonesia U-17 punya fisik dan taktik yang lebih siap,” pungkasnya.
Laga ini menjadi pelajaran berharga bagi Malaysia untuk membenahi kelemahan sebelum turnamen berikutnya. Sementara itu, Timnas Indonesia U-17 dijadwalkan kembali menjalani laga uji coba melawan tim lain dalam waktu dekat.