SURAKARTA — Gelar Produk Koperasi dan UMKM yang digelar di halaman Parkir Stadion Manahan pada pekan lalu menyajikan beragam produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Event ini menghadirkan puluhan stan yang menampilkan kerajinan, kuliner, hingga produk inovatif lainnya.
Penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran dagang biasa. Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem yang memungkinkan para pengusaha kecil saling bertukar pengalaman, menjajaki kerja sama, dan memperkuat rantai pasok lokal.
“Kami ingin para pelaku koperasi dan UMKM tidak hanya pandai memproduksi, tetapi juga mampu membangun jejaring. Lewat acara seperti ini, mereka bisa bertemu langsung dengan calon mitra bisnis, pemasok bahan baku, atau bahkan pembeli potensial dari luar daerah,” ujar panitia penyelenggara.
Para pengunjung dapat menemukan produk khas dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Mulai dari batik tulis, makanan ringan olahan, hingga kerajinan tangan berbasis sumber daya lokal turut memeriahkan acara tersebut.
Beberapa pelaku UMKM yang ditemui di lokasi mengaku senang dengan antusiasme pengunjung. Mereka berharap ajang serupa bisa rutin digelar untuk menjaga momentum pertumbuhan usaha kecil di daerah.
Bagi pelaku usaha yang selama ini hanya mengandalkan pemasaran daring atau titip di warung, pameran ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung. Interaksi tatap muka dengan konsumen dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan mendapatkan umpan balik secara instan.
“Biasanya saya jualan online saja. Tapi di sini, saya bisa lihat reaksi orang saat mencicipi produk, tahu apa yang kurang, dan langsung dapat pesanan,” kata seorang peserta dari Kabupaten Klaten.
Gelaran ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah. Dengan adanya forum pertemuan langsung antara produsen, distributor, dan konsumen, rantai distribusi produk lokal bisa lebih pendek dan efisien.
Ke depan, para pelaku usaha berharap pemerintah daerah setempat terus memfasilitasi kegiatan serupa. Bukan hanya di kota besar seperti Surakarta, tetapi juga merambah ke tingkat kabupaten agar dampaknya lebih merata.