REMBANG — DPRD Kabupaten Rembang memastikan akan menambah alokasi anggaran beasiswa daerah apabila dana yang tersedia saat ini tidak mencukupi. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ke Rembang beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Rembang, Puji Santosa, mengungkapkan bahwa anggaran beasiswa yang saat ini dialokasikan mencapai Rp4,2 miliar. Menurutnya, angka tersebut masih mungkin bertambah jika kebutuhan di lapangan meningkat.
“Kalau saat ini ada sekitar Rp4,2 miliar. Kalau ke depan kira-kira kurang, langsung kita tambah. Karena ini visi dan misi Bupati yang harus terpenuhi,” ujar Puji, Sabtu (11/7/2026).
Puji menegaskan, komitmen ini merupakan bagian dari upaya mencerdaskan anak bangsa di Kabupaten Rembang. Ia menyebut DPRD telah berkomunikasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) untuk memastikan ketersediaan dana.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebelumnya memberikan apresiasi terhadap dua program unggulan Pemkab Rembang, yaitu Gaspol (Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 Tahun) dan Satu Desa Satu Sarjana. Program ini dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Itu terkait dengan visi Kepala Daerah Harmonis (Harno-Hanies), yaitu Satu Desa Satu Sarjana. Kemarin kami sudah berkomunikasi dengan TAPD dalam rapat Banggar. Anggaran itu harus full,” tegas Puji.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, menyatakan pihaknya tidak hanya mengandalkan anggaran daerah. Pemkab juga akan mengajukan proposal resmi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) untuk mendapatkan tambahan dana dari APBN.
“Proposal secara resmi kepada Kemdikdasmen akan difasilitasi pimpinan melalui Kepala BPPMP. Nanti kami akan mengajukan usulan untuk tambahan beasiswa dengan anggaran APBN, ditambah usulan penuntasan anak tidak sekolah,” kata Achmad Sholchan.
Selain beasiswa, Bupati Rembang juga meminta Dindikpora untuk berkoordinasi dengan SMK Negeri 2 Rembang. Sekolah kejuruan yang memiliki jurusan kelautan ini dinilai berpotensi memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat.
“Pak Bupati juga meminta kami berkoordinasi dengan Kepala SMK Negeri 2 yang memiliki jurusan kelautan untuk segera mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat,” pungkas Achmad Sholchan.