TEGAL — BAZNAS Kota Tegal membuka pintu kerja sama lebih lebar dengan organisasi kemasyarakatan Islam setelah menerima kunjungan DPD PUI Kota Tegal. Pertemuan yang berlangsung di kantor BAZNAS itu menghasilkan komitmen bersama untuk menyatukan program-program sosial, keagamaan, dan pendidikan.
Kedua lembaga sepakat tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga merancang program konkret yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Beberapa bidang yang menjadi prioritas antara lain pemberdayaan ekonomi mustahik, bantuan pendidikan bagi anak kurang mampu, serta kegiatan keagamaan yang melibatkan warga di tingkat kelurahan.
Ketua BAZNAS Kota Tegal, Harun Abdi Manaf, menegaskan bahwa kolaborasi dengan PUI merupakan langkah strategis. "Melalui sinergi tersebut diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari berbagai program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS," ujarnya.
DPD PUI Kota Tegal memiliki jaringan yang luas hingga ke tingkat ranting dan pengurus masjid. Ketua DPD PUI menyambut baik komunikasi ini dan menilai kerja sama dengan BAZNAS akan memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kota Tegal. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai kolaborasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Harun menambahkan, pihaknya akan mengintensifkan komunikasi dengan PUI dalam waktu dekat. "Semangat Berkah Berzakat, Terima Kasih Muzaki, Terima Kasih Mustahik, diharapkan terus menjadi penggerak dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Tegal," pungkasnya.
Selama ini, BAZNAS Kota Tegal menyalurkan dana zakat melalui berbagai program seperti Tegal Cerdas (beasiswa), Tegal Sehat (bantuan kesehatan), dan Tegal Makmur (bantuan modal usaha). Dengan bergabungnya PUI, distribusi bantuan diharapkan lebih tepat sasaran karena data penerima manfaat bisa diverifikasi langsung oleh pengurus PUI di lapangan.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu juga membahas kemungkinan pembentukan tim bersama untuk pendataan mustahik di setiap kecamatan. Langkah ini dinilai penting agar tidak ada warga miskin yang terlewat dari program bantuan.