Kota Semarang, Solo, dan kawasan industri di Demak, Kendal, serta Batang kembali menjadi pusat perhatian saat gubernur mengumumkan UMK Jawa Tengah setiap akhir tahun. Keputusan ini langsung memengaruhi negosiasi kontrak kerja, perencanaan anggaran perusahaan, dan daya beli buruh di seluruh provinsi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan UMK 2025 melalui Keputusan Gubernur Nomor 561/54 Tahun 2024. Kenaikan rata-rata berada di kisaran 6,5 persen, mengikuti formula PP No. 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan. Tapi angka itu tidak seragam—setiap daerah punya laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang berbeda.
Kota Semarang tetap memegang UMK tertinggi di Jawa Tengah, disusul Kabupaten Demak dan Kota Surakarta. Berikut rincian UMK 2025 untuk wilayah dengan nominal di atas 2,5 juta rupiah:
Sementara itu, kabupaten dengan UMK terendah pada 2025 adalah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen, masing-masing di bawah 2,1 juta rupiah. Perbedaan ini mencerminkan kesenjangan aktivitas ekonomi dan konsentrasi industri di pesisir utara versus selatan Jawa Tengah.
Pola kenaikan UMK di Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren moderat. Tahun 2021 menjadi titik terendah karena pandemi—banyak daerah hanya naik 0–1 persen. Kota Semarang, misalnya, dari Rp 2.910.000 di 2020 menjadi Rp 2.934.000 di 2021, naik kurang dari 1 persen.
Memasuki 2022, pemulihan ekonomi mulai terasa. Rata-rata kenaikan UMK mencapai 5–7 persen. Kabupaten Demak mencatat lonjakan signifikan karena masuknya investasi pabrik baru di kawasan industri Terboyo dan Sayung.
Tahun 2023 menjadi tahun dengan kenaikan tertinggi dalam periode ini. Pemerintah pusat mendorong kenaikan 10–11 persen sebagai respons atas inflasi pangan dan energi. Kabupaten Batang, yang sedang gencar mengembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang, mencatat kenaikan hingga 12,5 persen.
Tahun 2024 dan 2025 kembali ke laju normal 5–7 persen, mengikuti formula baru yang mempertimbangkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu. Tidak ada daerah yang mengalami penurunan UMK, meskipun beberapa serikat buruh di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes sempat mengajukan protes karena kenaikan dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan hidup layak.
Tiga variabel utama menentukan nominal UMK tiap daerah: inflasi kabupaten/kota, pertumbuhan ekonomi regional, dan indeks tertentu yang dihitung oleh dewan pengupahan. Daerah dengan industri padat karya seperti Demak, Kudus, dan Batang cenderung memiliki UMK lebih tinggi karena produktivitas dan daya serap tenaga kerja yang besar.
Namun, tingginya UMK tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan. Di Kota Semarang misalnya, biaya sewa kontrakan dan transportasi lebih mahal dibandingkan di Kabupaten Wonosobo yang UMK-nya lebih rendah. Buruh di Semarang kerap mengeluhkan bahwa kenaikan UMK tergerus oleh inflasi harga pangan di pasar tradisional seperti Pasar Johar dan Pasar Peterongan.
Di sisi lain, pengusaha di daerah seperti Kabupaten Grobogan dan Blora menyampaikan keberatan karena kenaikan UMK membebani biaya produksi, terutama sektor pertanian dan UMKM yang belum pulih sepenuhnya pasca-pandemi.
Data resmi UMK Jawa Tengah bisa diakses melalui situs Disnakertrans provinsi atau masing-masing dinas tenaga kerja kabupaten/kota. Biasanya, surat keputusan gubernur diunduh dalam format PDF pada akhir November atau awal Desember tahun sebelumnya.
Jika buruh atau pengusaha merasa ada kejanggalan dalam penetapan, mereka bisa mengajukan keberatan ke Dewan Pengupahan Daerah setempat. Proses ini diatur dalam Permenaker No. 1 Tahun 2024. Kantor Disnakertrans di Kota Semarang berada di Jalan Pemuda, sementara di Surakarta di Jalan Mayor Sunaryo.
Penting untuk diingat: UMK hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Pekerja dengan pengalaman lebih dari setahun biasanya memiliki upah di atas UMK yang diatur dalam struktur skala upah perusahaan.
Apakah UMK Jawa Tengah 2025 sudah berlaku?
Ya, UMK 2025 mulai berlaku per 1 Januari 2025. Perusahaan wajib menyesuaikan pembayaran upah sejak tanggal tersebut.
Berapa UMK tertinggi di Jawa Tengah 2025?
Kota Semarang dengan nominal Rp 3.436.932. Ini merupakan yang tertinggi di antara 35 kabupaten/kota.
Kabupaten mana yang UMK-nya paling rendah?
Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen berada di kisaran 2,0–2,1 juta rupiah, menjadikannya yang terendah di Jawa Tengah.
Bagaimana cara menghitung kenaikan UMK?
Kenaikan dihitung berdasarkan formula yang memuat inflasi provinsi, pertumbuhan ekonomi daerah, dan indeks tertentu. Hasilnya berbeda tiap daerah.
Apakah UMK berlaku untuk semua pekerja?
Tidak. UMK hanya untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Pekerja tetap dengan masa kerja lebih dari setahun mengikuti struktur skala upah perusahaan.
Kenaikan UMK Jawa Tengah setiap tahun adalah hasil negosiasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah daerah. Angka-angka ini bukan sekadar statistik—ia menentukan apakah seorang buruh di Kabupaten Tegal bisa membayar kontrakan atau hanya cukup untuk makan sehari-hari. Pantau terus pengumuman resmi dari Disnakertrans jika kamu bekerja atau berbisnis di Jawa Tengah.