SEMARANG — Rencana investasi dan kerja sama pendidikan ini bukan sekadar nota kesepahaman seremonial. IOA Global membawa jaringan mitra dari Fujian dan Xiamen, China, yang salah satunya adalah perusahaan manufaktur sepatu berteknologi tinggi. Mereka serius menjajaki pembangunan fasilitas produksi di Jawa Tengah.
Daryl Tan Chen Ming menyebut, pihaknya tidak hanya akan datang sendiri. Rombongan investor dari China dan sejumlah negara Eropa akan turut serta dalam misi berikutnya pada Oktober 2026. Tujuannya untuk melihat langsung potensi lokasi, dukungan pemerintah daerah, serta kesiapan tenaga kerja lokal.
"Ini merupakan komitmen dan proyek jangka panjang yang sedang kami jajaki. Bukan hanya dalam investasi, tetapi juga pendidikan," kata Daryl saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di kantornya.
Menurut Daryl, Fujian dikenal memiliki banyak industri manufaktur berteknologi tinggi yang potensial dikembangkan di Jawa Tengah. Kehadiran pabrik-pabrik ini dinilai bisa memperkuat kompetensi tenaga kerja setempat melalui transfer teknologi dan pelatihan langsung.
Sektor pendidikan menjadi pilar kedua yang tidak kalah penting. IOA Global memiliki pengalaman panjang—keluarga Daryl telah mengembangkan sekitar 120 sekolah dan perguruan tinggi di Xiamen selama lebih dari satu abad. Pengalaman ini membuka peluang kerja sama konkret dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah.
Kolaborasi yang dijajaki mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, pertukaran informasi dan pengetahuan, hingga pendatangan tenaga ahli dari China untuk memberikan pelatihan teknologi baru. Sebaliknya, generasi muda Jawa Tengah berpeluang mengikuti pendidikan atau pelatihan langsung di China.
"Saya kira kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah ke tingkat yang lebih tinggi. Pendidikan ini juga merupakan rencana jangka panjang yang bisa dilakukan oleh kedua wilayah," ujar Daryl.
Pertemuan dengan Gubernur Ahmad Luthfi pada Selasa lalu merupakan langkah awal untuk memetakan potensi kerja sama. Daryl menegaskan, hasil dari kunjungan ini akan menjadi dasar bagi mitra-mitranya untuk datang pada Oktober dan memfinalisasi apa saja yang perlu dikerjakan bersama.
Pemprov Jateng sendiri selama ini gencar membuka diri terhadap investasi asing, khususnya di sektor manufaktur dan pendidikan vokasi. Kerja sama dengan IOA Global dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah untuk menekan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja dan penyerapan lapangan kerja baru.