KENDAL — Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menaruh harapan besar pada gelaran KPXC 2026. Event bertaraf dunia ini dinilai sebagai momentum strategis untuk mem-branding Curug Sewu sebagai ikon wisata unggulan daerah.
"Kami akan terus meningkatkan sarana, prasarana, dan fasilitas di kawasan wisata tersebut sehingga kunjungan wisatawan meningkat dan berdampak pada naiknya Pendapatan Asli Daerah," tegas bupati dalam audiensi dengan panitia, Senin (13/7/2026).
Hingga pekan ini, panitia mencatat puluhan atlet dari dalam dan luar negeri telah mendaftar. Dua peserta asal India telah mengonfirmasi kehadiran, sementara pilot dari Prancis juga masuk dalam daftar registrasi.
Ketua Panitia KPXC 2026, Akhmad Sutrisno, mengatakan pihaknya membatasi peserta sekitar 60 orang. "Ini event paralayang internasional pertama di Kabupaten Kendal. Kami batasi agar penyelenggaraan tetap optimal," ujarnya.
Kawasan wisata Curug Sewu dipilih sebagai lokasi utama kompetisi. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Kendal, Achmad Ircham Chalid, menjelaskan, pemilihan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan wilayah berbasis sport tourism.
"Kami mengusung konsep sport tourism dengan memadukan olahraga dan promosi pariwisata. Harapannya, kejuaraan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi paralayang berkualitas, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar," papar Ircham.
Kompetisi ini memfokuskan pada kategori Cross Country yang terbagi ke dalam empat kelas. Penilaian performa peserta meliputi kemampuan terbang jarak jauh, ketahanan durasi di udara, serta ketepatan dan kecepatan saat mendarat.
Panitia juga menyiapkan sejumlah atraksi pendukung untuk memeriahkan acara, antara lain demo flypast helikopter, pertunjukan paramotor, dan pentas seni budaya tradisional. Selain itu, akan digelar bazar produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal serta fasilitas wisata berkuda bagi pengunjung.
Penyelenggaraan KPXC 2026 bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Ke-421 Kabupaten Kendal. Hal ini semakin memperkuat posisi event tersebut sebagai bagian dari kalender promosi daerah.
"Curug Sewu merupakan aset milik Pemkab Kendal. Event ini diharapkan ikut mem-branding dan mempromosikan Curug Sewu sehingga menjadi ikon pariwisata Kendal," pungkas Bupati Dyah Kartika.