Defisit APBN Semester I-2026 Turun Jadi 0,76 Persen, Menkeu Purbaya: Momentum Penerimaan Positif

Penulis: Budi Santoso  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 11:29:01 WIB
Menkeu Purbaya memaparkan realisasi APBN paruh pertama tahun 2026 dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR di Senayan, Senin (14/7).

JAWA TENGAH — Dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR di Senayan, Senin (14/7), Purbaya memaparkan realisasi APBN paruh pertama tahun ini. Penerimaan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target, tumbuh 21,4 persen secara tahunan. Belanja negara tercatat Rp1.656 triliun, naik 17,8 persen.

Penerimaan Pajak dan PNBP Jadi Penopang Utama

Penerimaan perpajakan menyumbang Rp1.187,8 triliun, sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp271 triliun. Kenaikan ini didorong aktivitas ekonomi yang menggeliat serta perbaikan tata kelola perpajakan dan kepabeanan.

Purbaya menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak untuk mengoptimalkan penerimaan. “Kami akan meningkatkan kualitas belanja dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Belanja Prioritas: MBG hingga Gaji ke-13

Belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun, naik 29,4 persen. Anggaran tersebut mengalir ke program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan iuran JKN untuk masyarakat kurang mampu, Kartu Sembako, PKH, KIP Kuliah, serta gaji, THR, dan gaji ke-13 aparatur negara.

“APBN bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mendukung agenda prioritas pembangunan nasional dengan tetap menjaga tata kelola keuangan yang sehat,” kata Purbaya.

Pertumbuhan 5,61 Persen dan Inflasi Terjaga

Ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I-2026. Inflasi Juni tercatat 3,34 persen, masih dalam rentang sasaran. Purbaya menyebut fundamental ekonomi tetap solid meski ketidakpastian global masih membayangi.

Pemerintah juga mempertahankan harga BBM bersubsidi sebagai bagian dari fungsi APBN sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat.

S&P Pertahankan Peringkat, Purbaya Berjoget

Standard & Poor’s Global Ratings mempertahankan peringkat Indonesia di BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil. Purbaya mengaku sangat gembira. Usai rapat, ia sempat berjoget di hadapan wartawan sebagai bentuk syukur.

“Update dari S&P merupakan konfirmasi bahwa kita berada di jalur yang benar, dengan kebijakan yang baik dan penuh kehati-hatian,” ujarnya. Ia menambahkan, S&P dikenal independen dan tidak terpengaruh faktor politik.

Purbaya berharap peringkat ini meningkatkan kepercayaan investor. “Kalau Anda pemain saham, jangan takut lagi. Fundamental ekonomi kita kuat,” pungkasnya.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: tangselpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top