PATI — Obyek wisata lokal di Kabupaten Pati kebanjiran pengunjung selama libur sekolah tahun ini. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati yang melarang kegiatan study tour ke luar daerah disebut menjadi pemicu utama lonjakan tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun DPRD Pati, total kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Pati mencapai 552.717 orang dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2026. Angka ini dinilai cukup tinggi untuk ukuran pariwisata daerah.
Beberapa tempat yang menjadi primadona antara lain JKopi di Gunungwungkal, Pesona Poncodan di Gembong, dan Silugonggo Bestari di Pati. Kolam Renang Sukolilo serta wisata religi di Kajen, Margoyoso, juga tak kalah ramai.
"Wisata di Pati ternyata cukup ramai, tempatnya adem sejuk, pengunjungnya banyak," ujar anggota DPRD Pati, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari kebijakan Plt Bupati Pati yang melarang study tour ke luar daerah. Aturan itu mendorong sekolah dan masyarakat untuk berwisata di dalam kabupaten.
"Ini sesuai dengan tujuan Pak Plt Bupati yang menggiatkan wisata lokal di desa-desa. Ini harus didukung karena menguatkan perekonomian masyarakat desa," ungkapnya.
Kebijakan ini dinilai strategis mengingat sektor pariwisata menjadi salah satu penopang ekonomi warga di wilayah pedesaan. Dengan membelanjakan uang di destinasi lokal, perputaran uang langsung dirasakan oleh pelaku UMKM dan pengelola wisata.
Sejumlah pengelola wisata di Pati mengakui adanya peningkatan omzet selama masa libur sekolah. Mereka berharap kebijakan serupa bisa terus diterapkan pada libur panjang berikutnya.
Pemkab Pati sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perpanjangan aturan tersebut. Namun, respons positif dari DPRD dan masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan ini akan dipertahankan.