SEMARANG — Fenomena mengejutkan terjadi di Kota Semarang selama libur sekolah pada 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Bukan peningkatan, volume sampah yang diangkut ke TPA Jatibarang justru tercatat menurun drastis.
Kepala DLH Kota Semarang Glory Nasarani mengungkapkan, rata-rata volume sampah yang masuk ke TPA selama periode libur sekolah hanya mencapai 865,78 ton per hari. Angka ini jauh di bawah rata-rata tonase pada hari biasa yang bisa menyentuh 935,38 ton per hari, dengan puncaknya mencapai 1.058 ton per hari.
Yang menarik, penurunan ini tidak disebabkan oleh berkurangnya aktivitas di pusat perbelanjaan atau tempat wisata. Glory menyebutkan bahwa jumlah sampah dari mal, hotel, maupun objek wisata selama libur sekolah relatif sama dengan hari-hari biasa.
"Setelah kita cek, memang sampah dari mal, hotel maupun tempat wisata yang didapatkan jumlah sampahnya masih tidak banyak perubahan. Bahkan, hasil sampahnya sama dengan hari-hari di luar momen libur sekolah," katanya di Semarang, Sabtu.
DLH menduga penyebab utama penurunan ini justru berasal dari rumah tangga. Glory menjelaskan, selama libur sekolah, banyak keluarga yang memanfaatkan waktu untuk bepergian atau berlibur, sehingga aktivitas memasak di rumah berkurang.
Padahal, sampah organik atau limbah sisa dapur rumah tangga merupakan jenis sampah yang paling dominan terangkut ke TPA Jatibarang. Berkurangnya aktivitas memasak otomatis menekan volume sampah organik yang dihasilkan.
Momentum penurunan ini dimanfaatkan DLH untuk kembali mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah mandiri. Glory mendorong masyarakat untuk terus menggalakkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
"Kami terus dorong budaya pilah dan olah sampah baik, mulai dari rumah tangga, atau oleh ibu-ibu PKK sehingga dapat mengurangi dampak pada lingkungan sekitar," ujarnya.
Dengan pemilahan, sampah sisa makanan maupun sampah anorganik bisa diolah dan dimanfaatkan kembali melalui bank sampah. Hal ini dinilai mampu mengurangi beban sampah yang harus ditampung di TPA Jatibarang.
Glory berharap tren pengurangan sampah ini bisa terus berlanjut meski masa libur telah usai. "Tren liburan sekolah kemarin turun, semoga usai liburan dan sekarang mulai normal aktif bekerja lagi tetap stabil dan diharapkan terjadi pengurangan sampah," pungkasnya.