Pabrik Garmen PT Samwon di Jepara Tutup Meski Orderan Lancar, Karyawan 10 Tahun Kena PHK dengan Pesangon 50 Persen

Penulis: Budi Santoso  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 15:29:31 WIB
Seorang karyawan duduk di depan gerbang pabrik PT Samwon di Jepara setelah perusahaan resmi menutup operasionalnya, Rabu (22/7/2026).

JEPARA — Risa (nama samaran) masih duduk di depan gerbang pabrik, Rabu (22/7/2026) sore, saat rekan-rekannya satu per satu meninggalkan kawasan industri di Desa Damarjati itu. Perempuan asal Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit, ini sudah 10 tahun menggantungkan hidup di PT Samwon sejak 2016 sebagai operator sewing.

"Sudah diumumkan sebelumnya. Aku di sini ya udah ada 10 tahun sejak 2016. Sedikit kaget ya, karena kerjanya lancar-lancar aja, tapi tiba-tiba ada isu penutupan dan ternyata bener," katanya pada Joglo Jateng.

Karyawan Kaget: Juni Lalu Masih Lembur, Juli Tiba-Tiba Tutup

Kabar penutupan pabrik sebenarnya telah disampaikan manajemen pada awal Juli lalu. Namun, Risa dan puluhan karyawan lain mengaku tetap terkejut karena aktivitas produksi sepanjang Juni masih berjalan normal, bahkan lembur masih sering dijalani.

Fani (24), karyawan asal Demak, merasakan hal serupa. "Gregel (kaget), wong Juni lalu itu kerjaan masih jor-joran, tiba-tiba ada rencana penutupan," ujarnya. Empat tahun bekerja di PT Samwon, ia mengaku mendapat banyak pengalaman dan tidak menyangka hubungan kerja harus berakhir begitu cepat.

Pesangon Hanya 50 Persen, Gaji Terakhir Dibayar 5 Agustus

Manajemen PT Samwon Indonesia telah menyampaikan skema kompensasi kepada karyawan. Perusahaan akan membayarkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, serta sisa cuti tahunan yang belum diambil pada 31 Juli 2026. Namun, karena perusahaan disebut mengalami kerugian, uang pesangon hanya diberikan 50 persen.

Gaji terakhir bulan Juli akan dibayarkan pada 5 Agustus 2026. Risa dan Fani termasuk karyawan yang harus menerima keputusan sepihak dari perusahaan meski dengan berat hati.

Nasib Karyawan: Ada yang Istirahat, Ada yang Langsung Cari Kerja Lagi

Setelah resmi berhenti, Risa memilih beristirahat sejenak sambil mengantar anaknya yang masih duduk di bangku TK sebelum kembali mencari pekerjaan. "Habis ini mungkin nanti mau mengantarkan anak sekolah sambil nunggu nyari kerjaan," tambahnya.

Fani, meski suaminya masih bekerja di perusahaan tekstil lain, mengaku tetap harus mencari pekerjaan untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarga. "Tetap ingin masih kerja walau suami udah kerja. Nanti nyari kerjaan kalau ada lowongan kerja," tuturnya. Sebelum melamar kerja baru, ia berencana mengurus hak-haknya sebagai pekerja, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, sambil mengurus anak di rumah.

Penutupan PT Samwon di Jepara menjadi pukulan bagi puluhan keluarga di Kecamatan Kalinyamatan dan sekitarnya. Pabrik garmen ini sebelumnya dikenal sebagai tempat kerja yang nyaman tanpa tekanan target berlebihan. "Di sini kerjanya enak. Target ki nggak sek ngoyo," kenang Risa.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top