Penjaga Perlintasan Kereta Api di Kediri Tertidur Saat Tugas, Kereta Api Hampir Tabrak Mobil

Penulis: Budi Santoso  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 06:59:01 WIB
Petugas penjaga perlintasan kereta api di Jalan Raya Mengkreng, Kediri, tertidur saat bertugas sehingga palang pintu tidak diturunkan saat kereta melaju.

KEDIRI — Video berdurasi 42 detik yang beredar luas di WhatsApp dan Instagram memperlihatkan seorang pria berseragam petugas perlintasan tertidur pulas di dalam pos jaga. Palang pintu perlintasan di Jalan Raya Mengkreng itu terbuka lebar saat kereta api melaju dari arah timur. Sebuah mobil Kijang Innova yang hendak melintas nyaris menjadi korban.

Mobil Nyaris Tersambar, Petugas Tak Bereaksi

Dalam rekaman, terlihat mobil berhenti mendadak di tengah rel saat klakson kereta terdengar keras dari kejauhan. Pengemudi mundur cepat ke sisi jalan. Petugas di pos jaga tak kunjung keluar atau menurunkan palang pintu hingga kereta lewat dengan kecepatan tinggi.

"Saya kaget, klakson kereta sudah dekat. Saya langsung mundur karena palang tidak turun. Kalau telat satu detik, pasti kena," ujar seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya kepada awak media.

PT KAI dan Dishub Diminta Bertindak

Peristiwa ini memicu pertanyaan soal pengawasan petugas perlintasan di titik rawan. Warganet mendesak PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Dinas Perhubungan Kota Kediri mengevaluasi jam kerja serta sistem pengamanan di perlintasan sebidang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT KAI Daop 7 Madiun maupun Dishub Kota Kediri. Petugas yang tertidur di pos jaga juga belum diketahui identitasnya.

Perlintasan Liar dan Kelalaian Petugas Jadi Sorotan

Data PT KAI mencatat, sepanjang 2024 terjadi puluhan kecelakaan di perlintasan sebidang di Jawa Timur. Sebagian besar disebabkan kelalaian pengguna jalan dan petugas. Perlintasan Mengkreng sendiri dikenal padat karena menghubungkan pusat kota dengan kawasan industri timur Kediri.

Warga sekitar berharap ada pemasangan palang pintu otomatis dan kamera pengawas 24 jam di titik tersebut. "Jangan sampai ada korban jiwa baru baru ada tindakan," kata seorang pedagang di dekat lokasi.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: kendal.suaramerdeka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top