SRAGEN — Inspeksi mendadak Menteri PU Dody Hanggodo ke Sekolah Rakyat (SR) Sragen mengungkap fakta mengejutkan. Bangunan yang diklaim sudah selesai ternyata masih menyisakan pekerjaan minor. Dari asrama putri hingga kantin, atap di beberapa titik masih bocor dan kamar mandi belum berfungsi optimal.
"Diinfokan ke saya bahwa sudah selesai, makanya saya datang ke sini ternyata memang masih beberapa yang minor-minor yang belum selesai," kata Dody di lokasi, Minggu (26/7/2026).
Dalam tinjauannya, Menteri PU mengecek langsung titik-titik rawan. Ia mendapati atap yang masih menetes, saluran air (talang) tersumbat, serta pengerjaan kamar mandi yang belum sempurna. "Terus dicek kualitas bangunan ya karena keburu-buru, sehingga pekerjaan kamar mandinya belum sempurna, masih ada netes-netes di sini," ujarnya.
Dody menjelaskan kondisi itu terjadi karena proyek dikebut agar Sekolah Rakyat bisa beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Meski begitu, ia menegaskan perbaikan harus tuntas sebelum siswa baru menempati asrama. "Pokoknya yang kita berikan pada adik-adik kita itu yang berkelas, bukan barang ecek-ecek. Sesuai arahan Pak Presiden, kita harus memuliakan keluarga prasejahtera," katanya.
Dody meminta pekerja mengecek seluruh kamar mandi dan talang air. "Tolong dibetulin ya. Dicek semua kamar mandi, jangan sampai nanti ada netes-netes. Talang-talang dicek semua, mumpung masih kering, jangan sampai ternyata buntu semua," perintahnya. Ia menekankan bahwa definisi "selesai" harus sesuai standar, bukan sekadar bangunan berdiri.
Secara keseluruhan, Menteri PU mengakui Sekolah Rakyat Sragen sudah rampung untuk tahap rintisan. Namun, beberapa bagian asrama masih perlu penyempurnaan. "Yang masuk ini kan adik-adik baru dari aset yang di sini. Sambil kita menyempurnakan lagi bangunan yang belum 100 persen sempurna," pungkas Dody. Pemerintah daerah dan kontraktor kini mengebut perbaikan agar fasilitas layak huni saat tahun ajaran baru dimulai.