Tim PKM HGR UNS Gelar Skrining Kesehatan dan Edukasi Obat untuk 47 Kader PKK di Karangturi, Gondangrejo

Penulis: Deni Kurniawan  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 07:56:01 WIB
kader PKK di Desa Karangturi, Gondangrejo, mengikuti edukasi DAGUSIBU yang disampaikan oleh Dr. apt. Yeni Farida, S.Farm., M.Sc., dari Tim PKM HGR UNS.

KARANGANYAR — Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) yang diikuti oleh 47 kader PKK dari berbagai RT di Desa Karangturi.

Dr. apt. Yeni Farida, S.Farm., M.Sc., selaku narasumber, menyampaikan materi menggunakan metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA). Pendekatan ini dinilai lebih mudah diterima oleh peserta dan terbukti mampu meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya mendapatkan obat dari sarana resmi, menggunakannya sesuai aturan pakai, serta tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang sudah tidak layak.

Edukasi Tuberkulosis Laten: Deteksi Dini Sebelum Menular

Program berlanjut dengan penyuluhan mengenai Tuberkulosis (TB) Laten yang dibawakan oleh Apt. Tiara Dewi S. Pratama, S.Farm., M.Clin.Pharm. Materi mencakup pengertian TB laten, faktor risiko, hingga kelompok yang memerlukan skrining, seperti kontak erat pasien TB aktif dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.

Warga diperkenalkan dengan metode pemeriksaan Tuberculin Skin Test (TST) dan Interferon-Gamma Release Assay (IGRA). Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi yang interaktif, dengan banyak pertanyaan seputar gejala, cara penularan, serta langkah yang harus diambil jika memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TB.

Skrining Anemia dan Edukasi di Kalangan Rentan

Tim juga melaksanakan skrining kesehatan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk deteksi dini anemia. Kelompok sasaran meliputi ibu hamil, lansia, dan anak-anak usia sekolah dasar. Setelah pemeriksaan, peserta mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga status gizi serta pola hidup sehat sesuai kelompok usia mereka.

Selain itu, warga diberikan pemahaman mengenai swamedikasi diare, penggunaan oralit sebagai penanganan awal untuk mencegah dehidrasi, serta pentingnya penggunaan obat secara rasional. Rangkaian kegiatan ini dilengkapi dengan konsultasi kesehatan dan pengisian kuesioner penelitian untuk evaluasi program.

Anak Sekolah Dasar Dapat Edukasi Pencegahan Anemia

Program edukasi pencegahan anemia menyasar siswa kelas V di MI Muhammadiyah Cekel. Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal siswa. Materi disampaikan oleh Dr. apt. Rasmaya Niruri, S.Farm., M.Sc., menggunakan media visual dan pemaparan interaktif mengenai penyebab, gejala, dampak, serta langkah-langkah pencegahan anemia melalui konsumsi makanan bergizi seimbang dan sumber zat besi.

Tim PKM HGR UNS juga membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) serta leaflet edukasi sebagai media pendukung. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat dipelajari kembali bersama guru maupun orang tua di rumah. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, guru, dan tim mahasiswa.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: joglosemarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top