PTPN I Garap Pantai Teluk Nipah Lampung Jadi Destinasi Wisata, Ada Peluang Resort hingga Paralayang

Penulis: Eko Saputro  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:59:01 WIB
Pantai Teluk Nipah di Desa Bulok, Kalianda, Lampung Selatan, menjadi lokasi program Relawan Bakti BUMN 2026 yang digarap PTPN I.

JAWA TENGAH — PTPN I (Persero) resmi menjadikan Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, sebagai salah satu lokasi program Relawan Bakti BUMN 2026 yang berlangsung 16–19 Agustus mendatang. Kawasan Pantai Teluk Nipah yang berada di areal perkebunan karet Afdeling 5 seluas sekitar 820 hektare itu dinilai memiliki seluruh prasyarat untuk berkembang menjadi destinasi wisata kelas nasional.

Program ini merupakan kolaborasi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dengan InJourney, holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata. Di Lampung Selatan, pelaksanaannya melibatkan PT Angkasa Pura Indonesia dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa berkelanjutan.

Keunggulan Alam dan Aksesibilitas Teluk Nipah

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menyebut pemilihan lokasi ini didasari potensi besar kawasan Teluk Nipah yang merupakan aset strategis PTPN I Regional 7. Kawasan ini memiliki lanskap perbukitan yang menghadap langsung ke Selat Sunda, menciptakan kombinasi unik antara wisata bahari dan agrowisata.

Dari sisi konektivitas, Teluk Nipah hanya berjarak sekitar delapan kilometer dari akses Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), sehingga mudah dijangkau dari Bandar Lampung maupun Jakarta. "Kawasan ini memiliki seluruh prasyarat untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan karena memadukan keindahan alam, aksesibilitas yang baik, serta peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sangat besar," ujar Rivai dalam keterangannya, Jumat (14/8).

Peluang Investasi Resort hingga Wisata Petualangan

Karakteristik alam Teluk Nipah yang berbukit dan menghadap laut lepas membuka peluang pengembangan wisata petualangan seperti paralayang, trekking, dan aktivitas luar ruang lainnya. Sementara hamparan pantai yang masih alami dinilai prospektif untuk pembangunan resort, hotel, glamping, camping ground, hingga fasilitas wisata olahraga dan rekreasi.

Kawasan ini juga memiliki konektivitas laut yang strategis dengan destinasi unggulan di Selat Sunda, termasuk Gunung Krakatau dan berbagai objek wisata pesisir di Lampung Selatan. Rivai menegaskan potensi ini bisa menjadikan Teluk Nipah sebagai magnet baru pariwisata di Pulau Sumatera.

Dampak Ekonomi untuk Masyarakat Sekitar

Pengembangan Teluk Nipah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penciptaan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Program Relawan Bakti BUMN 2026 diarahkan untuk memperkuat UMKM, ekonomi kreatif, penciptaan lapangan kerja, serta pelestarian lingkungan pesisir.

"Yang terpenting bukan hanya membangun destinasi wisata, tetapi menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui penguatan UMKM, ekonomi kreatif, penciptaan lapangan kerja, serta pelestarian lingkungan. Itulah semangat yang kami bawa melalui Program Relawan Bakti BUMN," kata Rivai.

Rangkaian kegiatan yang dimulai Minggu (16/8) ini menjadi bagian dari gerakan kolaboratif BUMN dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI. PTPN I berharap program ini menjadi katalis pengembangan Teluk Nipah sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: inilampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top