SEMARANG — Sebanyak 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah berpeluang mengalami hujan ringan pada Sabtu (1/8) malam hingga Minggu (2/8) dini hari. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, menyebut hujan tidak hanya turun di kawasan pegunungan, tetapi juga di dataran rendah.
"Hujan ringan berpeluang turun di 14 daerah di Jawa Tengah, sedia payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah," kata Winda Ratri, Sabtu (1/8) petang.
Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan Ringan
Wilayah yang diprakirakan diguyur hujan ringan meliputi Boyolali, Sragen, Grobogan, Blora, Pati, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Batang, Pemalang, Brebes, Pekalongan, Tegal, dan Ambarawa. Winda menjelaskan, hujan ini membuat udara terasa lebih hangat setelah suhu panas terjadi pada siang hari.
Sementara itu, wilayah lain di Jawa Tengah umumnya cerah berawan hingga berawan. Angin bertiup dari arah timur laut ke barat daya dengan kecepatan 3-20 kilometer per jam. Suhu udara berkisar 14-30 derajat celsius dengan kelembaban udara 75-95 persen.
Gelombang Tinggi dan Rob Masih Mengancam Pesisir Utara
Di sisi lain, gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berlangsung di sejumlah kawasan perairan utara, yakni Karimunjawa bagian barat dan timur, Jepara, serta Pati-Rembang. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Lessy Andari, mengingatkan kondisi ini cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan dan tongkang saat kecepatan angin di atas 15 knot.
"Selain gelombang tinggi tersebut, waspadai juga banjir di kawasan pesisir sejumlah daerah di pantura akibat air laut pasang (rob)," ujar Lessy Andari.
Delapan Kabupaten di Pantura Masih Terendam Rob
Meski rob di perairan utara menurun dengan ketinggian maksimum 0,9 meter pada Sabtu (1/8) pukul 07.00-11.00 WIB, banjir di kawasan pesisir belum surut. Lessy menyebut delapan kabupaten/kota di pantura Jawa Tengah masih terdampak, yaitu Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.
Banjir rob ini tidak hanya merendam puluhan desa di kawasan pesisir, tetapi juga mengganggu berbagai aktivitas warga. Transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, hingga produksi garam menjadi sektor yang paling merasakan dampaknya.
Sebelumnya, sejak Minggu (26/7) dini hari, air laut pasang di Perairan Utara Jawa Tengah kembali naik. Warga di kawasan pesisir diminta beradaptasi dengan kondisi ini. BMKG juga meminta nelayan dan operator kapal tongkang untuk tidak memaksakan diri melaut saat kecepatan angin melebihi 15 knot, khususnya di perairan selatan Jawa Tengah yang membentang dari Cilacap hingga Purworejo.