JAWA TENGAH — Dentuman meriam sebanyak tujuh belas kali dari arah Taman Monumen Nasional serta bunyi sirene panjang menandai dimulainya upacara puncak peringatan kemerdekaan di Halaman Istana Merdeka. Presiden Prabowo dijadwalkan membacakan Naskah Proklamasi yang 80 tahun lalu dikumandangkan Proklamator Soekarno.
Sebelum upacara dimulai, Bendera Pusaka dan Naskah Proklamasi diarak dari Monumen Nasional ke Istana Merdeka menggunakan Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Sultana Najwa, siswi SMAN 82 Jakarta, bertugas membawa Bendera Pusaka, sedangkan Naskah Proklamasi dipercayakan kepada Aliah Sakira, siswi SMAN 14 Makassar.
Kedua pelajar tersebut merupakan bagian dari Purna-Paskibraka Duta Pancasila 2025. Kirab menuju Istana Merdeka menjadi rangkaian pelaksanaan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Untuk upacara tahun 2026, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas di Istana Merdeka tergabung dalam tim bernama "Indonesia Berdaulat". Celina Olivia Apriani Theo, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih.
Celina, yang tercatat sebagai pelajar SMK Negeri 5 Pontianak, berhasil terpilih sebagai pembawa baki dalam upacara tersebut. Pemilihan ini melalui proses seleksi yang melibatkan Purna-Paskibraka Duta Pancasila 2025.
Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Tema ini menjadi penegasan arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Kehadiran Presiden dan Wakil Presiden dalam upacara ini sekaligus menjadi simbol kontinuitas kepemimpinan nasional. Keduanya hadir langsung di lokasi upacara untuk memimpin jalannya peringatan detik-detik proklamasi yang menjadi momen penting bagi seluruh rakyat Indonesia.
Upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran Bendera Pusaka oleh Paskibraka yang telah menjalani latihan intensif. Prosesi ini menjadi tradisi tahunan yang terus dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa.
Seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dengan pengamanan ketat di sekitar kawasan Istana Merdeka. Masyarakat dapat menyaksikan jalannya upacara melalui siaran langsung dari berbagai kanal media resmi pemerintah.