JAWA TENGAH — Direktur Human Capital, Communications & Sustainability UT, Ari Sutrisno, menegaskan bahwa program ini sengaja dirancang sebagai gerakan berkelanjutan, bukan seremonial tahunan. "UNTUK Indonesia bukan sekadar rangkaian kegiatan, tetapi sebuah gerakan untuk mengajak kita semua menyadari bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Kita dapat memulainya dari hal sederhana: terus belajar, berbagi ilmu, menjadi teladan, dan menggunakan apa yang kita miliki untuk memberikan manfaat bagi orang lain," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (17/8).
Semangat itu diterjemahkan ke dalam tiga pilar utama: Learning Festival, Business Forum, serta Competition & Campaign. Dari sisi partisipasi, animo terbesar datang dari pelajar dan mahasiswa. Sebanyak 7.991 orang mendaftar untuk mengikuti enam sesi Learning Festival yang menghadirkan 29 pembicara, membahas topik seperti future-ready skills, kepemimpinan, dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Untuk kalangan profesional, UT menyiapkan Business Forum yang diikuti 1.134 peserta. Dalam enam sesi diskusi, 16 pembicara yang terdiri dari eksekutif, pemimpin industri, dan pakar membedah isu transformasi tenaga kerja, adopsi kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, teknologi hijau, hingga keberlanjutan.
Salah satu pesan kunci yang mengemuka adalah soal regenerasi kepemimpinan. Pemimpin dinilai tidak cukup hanya menghasilkan kinerja, tetapi juga harus melahirkan pemimpin baru. "Kepemimpinan juga ditunjukkan melalui keteladanan sehari-hari, bagaimana seorang pemimpin menghadapi tekanan, mendengarkan tim, menerima perbedaan pandangan, serta memberikan ruang bagi orang lain untuk tumbuh," imbuh Ari.
Puncak program terjadi pada ajang Competition & Campaign. UT berhasil mengumpulkan 1.168 video dari publik untuk kampanye #LifeWithManner, yang mengusung nilai etika, kesantunan, dan kewarganegaraan. Dari jumlah tersebut, dewan juri yang beranggotakan 17 orang menyaringnya menjadi 12 finalis yang berlaga di grand final dalam empat kategori: #MannerDiSekolah, #MannerDiKampus, #MannerDiMasyarakat, dan #MannerDiLingkunganKerja.
Momen grand final juga menjadi ajang apresiasi bagi kolaborator dan binaan UT. Penampilan musik dari drumband militer Gema Dinamika SMK Dinamika Pembangunan 2 Jakarta Timur, yang merupakan binaan corporate social responsibility (CSR) UT, serta atraksi Sanggar Tari PAMA, turut meramaikan acara. UT School juga menampilkan calon mekanik dan instruktur SMK binaan mereka.
Melalui program ini, UT ingin memastikan pengetahuan yang didapat tidak berhenti di ruang diskusi. Perusahaan menargetkan adanya efek berantai, di mana peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat membagikan ilmunya kembali ke lingkungan sekitar. "Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali, menciptakan efek berantai yang mendorong lebih banyak individu untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi sesama," pungkas Ari.
Seluruh rangkaian kegiatan UNTUK Indonesia 2026 dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @ut.untukindonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen UT dalam mendukung Asta Cita ke-4 pemerintah serta Roadmap 3P Astra yang mencakup People, Portfolio, dan Public Contribution.