Fajar Novario, Desainer Sumbar di Balik Logo HUT ke-81 RI: Riset Motif dari Sabang sampai Merauke

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 14:19:32 WIB
Fajar Novario, desainer asal Sumatera Barat, memperkenalkan logo HUT ke-81 RI yang terpilih melalui sayembara resmi kenegaraan.

JAWA TENGAH — Sayembara logo HUT RI ke-81 menjadi pengalaman pertama Fajar Novario di ajang resmi kenegaraan. Meski demikian, ia dan timnya di Auman Design Bureau berhasil memenangkan kompetisi yang berlangsung ketat. Prosesnya diawasi langsung oleh asosiasi desain grafis dan pihak Istana.

Proses kreatif berjalan sekitar empat hingga lima minggu. Setiap pekan, tim harus melewati tahapan checkpoint untuk memastikan desain yang dikerjakan sesuai arahan penyelenggara.

Fajar merancang logo HUT ke-81 RI dengan pemaknaan ganda. Bentuk angka delapan yang saling menopang menggambarkan gotong royong antarlapisan masyarakat. Sementara hubungan antara angka delapan dan satu dimaknai sebagai satu tujuan yang sama.

Desain ini sengaja dibuat ambigu agar masyarakat bisa menginterpretasikan sendiri motif yang terlihat. "Jadi kami mengambil ambiguitas dari logo, kami mengambil pemaknaan ganda dari logo tadi, sehingga masyarakat bisa melakukan self-claim terhadap logonya," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Fajar, bentuk angka delapan bisa menyerupai motif khas Kalimantan di mata sebagian orang. Bisa juga mengingatkan pada pola budaya lain seperti itiak pulang petang dari Sumatera Barat. "Di daerah lain punya motif yang mirip juga," katanya.

Riset Budaya dari Sabang sampai Merauke

Sebelum menggambar, Fajar dan tim melakukan riset budaya dari Sabang sampai Merauke. Mereka mencari karakter visual yang mewakili keberagaman Indonesia, mengacu pada cara para founding father mempersatukan bangsa.

"Nah, dari karakter-karakternya tadi itu, kami mencoba untuk membikin atau merancang desain, yang kemudian desain itu bisa dilihat sama teman-teman juga di mana-mana, terkait desain HUT ke-81 kami," jelas Fajar.

Fajar menegaskan logo bukan sekadar simbol perayaan, melainkan media komunikasi yang menyampaikan harapan atas tema yang diangkat. "Masyarakat tentu bebas mengartikan atau memberi reaksi atas logo tersebut. Namun pada dasarnya, konsep yang disertakan adalah untuk rakyat dan atas kedaulatan rakyat," ucapnya.

Harapan untuk Ekosistem Desain Grafis Sumbar

Kemenangan ini ia harapkan menjadi pemicu tumbuhnya ekosistem desain grafis di Sumatera Barat. Fajar sendiri merupakan alumni Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Padang yang kini memimpin Auman Design Bureau.

"Perasaannya melihat logo hasil desain dimana-mana? Pasti senang dan bangga. Pasti bangga lah ya. Senang sekali," kata Fajar menanggapi respons publik terhadap karyanya.

Terpilihnya Fajar membuktikan bahwa talenta desain dari daerah mampu bersaing di ajang nasional. Karyanya sekaligus memperkaya wajah identitas visual perayaan kemerdekaan Indonesia.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top