JAWA TENGAH — Pencapaian 10 juta pre-registrasi menempatkan Silver Palace di jajaran game yang paling dinantikan saat ini. Game besutan Elementa dan Silver Studio ini baru saja menuntaskan uji beta tertutup kedua bertajuk Dichotomy yang berlangsung pada 23 Juli hingga 13 Agustus 2026. Dibandingkan tahap sebelumnya yang mengumpulkan sekitar 4 juta wishlist, tambahan 6 juta calon pemain baru menunjukkan bahwa perhatian terhadap game ini tumbuh pesat dalam waktu singkat.
Uji coba Dichotomy menyuguhkan lebih dari 40 jam konten yang bisa dimainkan, mencakup cerita utama dan berbagai aktivitas di dunia terbuka. Namun yang paling menonjol adalah perubahan pada sistem pertarungan. Pemain kini diperkenalkan pada mekanisme menghindar, parry, stun, dan manajemen stamina yang menuntut timing presisi saat bertarung.
Perubahan ini menjadi fondasi penting bagi Silver Studio untuk membangun combat yang lebih aktif dan menantang. Pemain tidak bisa lagi sekadar menyerang tanpa perhitungan; setiap gerakan musuh harus dibaca dan direspons dengan tepat.
Silver Palace tidak hanya mengandalkan pertarungan. Pemain berperan sebagai detektif yang harus menyelesaikan kasus melalui alur cerita bercabang. Sayangnya, dari pengalaman beta, bagian investigasi ini masih terlalu banyak memberikan arahan. Tantangan untuk menemukan solusi secara mandiri terasa kurang, sehingga elemen detektifnya belum sepenuhnya terasa.
Beta Dichotomy juga memperkenalkan protagonis pria berprofesi detektif serta delapan karakter lain yang akan menemani perjalanan pemain.
Latar game ini adalah Silvernia, kota metropolitan bernuansa era Victoria yang berubah drastis setelah ditemukannya material bernama Silverium. Pemain menyelidiki meningkatnya kejahatan dan ketegangan di kota, sementara konflik antar-faksi kuat turut mewarnai jalannya cerita.
Dengan 10 juta pre-registrasi, ekspektasi terhadap Silver Palace kini sangat tinggi. Pertanyaannya, akankah hasil akhirnya mampu memenuhi janji yang ditunjukkan selama beta? Kita tunggu tanggal rilis resminya.