Pendaki Asal Brebes Tewas Jatuh ke Kawah Gunung Slamet, Terpeleset Usai Swafoto di Tepi Jurang

Penulis: Andi Pratama  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:31:31 WIB
Pendaki asal Brebes, M Fachri Maulana, tewas setelah terpeleset dan jatuh ke kawah Gunung Slamet saat berfoto di tepi jurang.

PEMALANG — Kecelakaan maut terjadi di kawasan puncak Gunung Slamet, Selasa (18/8/2026). M Fachri Maulana, remaja 16 tahun asal Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, jatuh ke dalam kawah setelah terpeleset saat berfoto di tepi jurang.

Korban dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Tim gabungan SAR dari Basarnas Pemalang dan relawan membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengevakuasi jenazah dari dasar kawah.

Kronologi: Swafoto di Tepi Kawah yang Terjal

Fachri mendaki Gunung Slamet bersama seorang temannya melalui jalur Sawangan, Basecamp Bosapala, Kabupaten Tegal. Keduanya tiba di area puncak dan sempat berhenti di sekitar Tugu Surono atau Puncak Salam.

Di lokasi itulah Fachri berpose untuk berfoto. Posisinya berada sangat dekat dengan bibir kawah yang kondisi tanahnya curam dan licin.

Koordinator Tim Siaga SAR Basarnas Pemalang, Susanto, menjelaskan korban kehilangan keseimbangan dan langsung jatuh ke kedalaman kawah. "Karena kondisi di pinggir kawah terjal, survivor terpeleset dan jatuh di kawah Gunung Slamet," katanya.

Evakuasi Berlangsung Lambat demi Keamanan Tim

Laporan kecelakaan diterima pihak basecamp sekitar pukul 09.00 WIB dari pendaki lain yang berada di puncak. Teman korban yang menyaksikan kejadian langsung meminta pertolongan petugas.

Tim SAR yang tiba di lokasi harus bekerja ekstra hati-hati. Medan di dalam kawah sangat berbahaya, dengan kontur bebatuan curam dan kondisi tanah yang tidak stabil.

Setelah proses evakuasi yang melelahkan, jenazah Fachri akhirnya berhasil dikeluarkan dari kawah. Petugas kemudian menyiapkan proses penurunan jenazah menggunakan jalur Permadani Gucci menuju basecamp.

Penurunan Jenazah Dilakukan Malam Hari

Proses pembawaan turun baru bisa dilakukan pada malam hari. Tim SAR memilih bergerak perlahan dengan penerangan terbatas, mengingat medan yang berat dan risiko tinggi bagi keselamatan personel.

Keputusan ini diambil untuk memastikan jenazah korban sampai di bawah dengan selamat dan utuh. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk tidak mengambil risiko berfoto di tepi kawah. Kondisi geografis Gunung Slamet di area puncak sangat ekstrem dan tidak bisa dianggap remeh.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top