SEMARANG — Ratusan pencari kerja di Jawa Tengah bakal mendapat kesempatan emas lewat bursa kerja spesial Hari Jadi ke-81. Disnakertrans Jateng mencatat total lowongan yang disiapkan mencapai 4.587 posisi dari 30 perusahaan yang telah melewati kurasi ketat.
Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, mengungkapkan antusiasme perusahaan sangat tinggi. Awalnya ada 50-60 perusahaan mendaftar, namun karena keterbatasan ruang di Kantor Disnakertrans Jateng, seleksi ketat pun dilakukan.
“Ada 30 yang sudah kita seleksi dan kurasi, dengan jumlah judul jabatan sebanyak 257. Kemudian lowongannya ada 4.587. Dari perusahaan yang 30 itu, 16 yang nanti langsung tindak lanjut melakukan interview,” ungkap Aziz, Sabtu (15/8/2026).
Kabar baik bagi lulusan berbagai tingkat pendidikan. Disnakertrans memastikan lowongan terdistribusi merata, mulai dari lulusan SD hingga sarjana.
Job fair ini tidak hanya menyasar masyarakat umum. Dari total lowongan yang tersedia, 1.614 posisi dapat dilamar baik oleh umum maupun kelompok difabel. Bahkan, terdapat 10 lowongan yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas.
Secara akses, sebanyak 2.693 lowongan terbuka untuk umum dan 1.614 lowongan lainnya bersifat inklusif. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong kesetaraan kesempatan kerja bagi seluruh warga.
Perusahaan yang berpartisipasi berasal dari beragam sektor industri. Mulai dari manufaktur, agrikultur dan alat berat, distributor makanan, industri jamu dan makanan, kesehatan dan farmasi, keuangan, pariwisata dan perhotelan, hingga ritel.
Beberapa perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal juga dipastikan ambil bagian. Hal ini menjadi peluang besar bagi pencari kerja yang ingin berkarier di kawasan industri terpadu tersebut.
Bagi warga yang berminat bekerja di luar negeri, Disnakertrans Jateng turut menghadirkan dua perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).
“Terus untuk yang mau bekerja ke luar negeri, itu kan banyak peminatnya, kita berikan dua P3MI,” ujar Aziz.
Kehadiran P3MI di job fair ini diharapkan mempermudah calon pekerja migran mengakses informasi lowongan secara resmi dan terpercaya, sekaligus meminimalkan risiko penempatan ilegal.