SALATIGA — Produk olahan ikan lele binaan warga Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, tak hanya perlu didorong dari sisi produksi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 98 Universitas Diponegoro (Undip) menilai aspek identitas produk dan strategi pemasaran menjadi kunci agar dagangan tersebut bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Lewat program multidisiplin, mahasiswa menggelar edukasi bertajuk branding dan pemasaran digital bagi ibu-ibu PKK setempat pada Minggu (26/7/2026). Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar membangun merek, mulai dari penentuan nama produk, pembuatan logo, desain kemasan, hingga informasi apa saja yang wajib dicantumkan pada label.
Mahasiswa menekankan bahwa produk berkualitas belum tentu laku jika tampilannya tidak menarik. Nama yang mudah diingat, desain yang konsisten, dan kemasan informatif dinilai mampu membangun kepercayaan konsumen sekaligus membedakan produk olahan ikan Kauman Kidul dengan produk sejenis dari daerah lain.
“Kemasan adalah kesan pertama yang dilihat konsumen. Kalau tampilannya asal-asalan, calon pembeli bisa ragu meskipun rasanya enak,” ujar salah satu anggota tim KKN-T 98 Undip saat memaparkan materi.
Tak berhenti di kemasan, para peserta juga diajak mengenal strategi pemasaran digital. Mahasiswa memperkenalkan media sosial dan WhatsApp sebagai kanal promosi yang mudah diakses. Lewat platform tersebut, ibu-ibu PKK bisa mengunggah foto produk, video proses pengolahan, daftar harga, hingga keunggulan produk olahan mereka.
Namun, mahasiswa mengingatkan bahwa pemasaran digital bukan sekadar memotret lalu mengunggah. Cara mengambil gambar yang baik, menyusun informasi yang menjual, membuat konten menarik, serta menjaga komunikasi yang konsisten dengan pembeli menjadi bagian penting yang ikut dilatih dalam kegiatan ini.
Pendampingan ini dirancang interaktif melalui diskusi dua arah dengan ibu-ibu PKK. Materi yang diberikan turut disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan warga setempat agar ilmu yang didapat langsung bisa diterapkan pada produk olahan ikan yang tengah mereka kembangkan.
Program ini menjadi salah satu langkah nyata KKN-T 98 Undip dalam mendukung pengembangan potensi lokal Kelurahan Kauman Kidul. Dengan pengolahan yang inovatif, identitas produk yang kuat, serta strategi pemasaran yang tepat, produk olahan ikan lele setempat diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga menembus konsumen yang lebih luas.
Menurut mahasiswa, pengembangan produk lokal tidak berhenti pada proses menghasilkan barang. Cara produk dikemas, diperkenalkan, dan dikomunikasikan kepada konsumen menjadi faktor penentu daya tarik dan peluang pasar. Dengan branding yang konsisten dan pemanfaatan media digital, produk UMKM Kauman Kidul diharapkan memiliki nilai tambah dari sisi pemasaran dan daya saing.