PATI — Ratusan elemen masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar aksi doa bersama di Alun-Alun Simpang Lima Kabupaten Pati pada Jumat malam (21/8/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan aksi menyalakan lilin ini menjadi simbol harapan agar daerah itu tetap tenteram di tengah dinamika sosial yang berkembang.
Perwakilan ulama, Nur Qosyim atau yang akrab disapa Yi Qosyim, dipercaya memimpin jalannya doa. Ia juga membacakan pernyataan sikap yang telah disepakati bersama oleh seluruh elemen yang hadir.
“Tadi saya diamanahi untuk pembacaan doa. Intinya supaya kondusif, damai, bermartabat,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Pernyataan sikap tersebut memuat komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kehormatan Kabupaten Pati. Berikut tujuh poin yang disepakati:
Pertama, komitmen menjaga Kabupaten Pati tetap aman, damai, kondusif, dan bermartabat sebagai rumah bersama seluruh keluarga. Kedua, dukungan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin konstitusi, namun menolak penyampaian aspirasi secara provokatif, intimidatif, anarkis, tidak beretika, serta berpotensi memecah belah masyarakat.
Ketiga, ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menempatkan kepentingan persatuan dan keutuhan NKRI di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan sesaat. Perbedaan pendapat dinilai sebagai bagian dari demokrasi, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk menghadirkan perpecahan atau tindakan yang mengganggu kedamaian.
Pada poin keempat, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan musyawarah, dialog, dan penghormatan terhadap hukum. Adab, etika, dan budaya santun juga ditekankan dalam setiap penyampaian pendapat.
Poin kelima menjadi perhatian utama, yakni imbauan agar warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, isu-isu menyesatkan, maupun narasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan. Adapun poin keenam menyatakan dukungan kepada aparat hukum untuk menjalankan tugas secara profesional, adil, dan tegas dalam menjaga keamanan serta melindungi hak konstitusi seluruh warga.
Pada poin terakhir, mereka mengajak seluruh warga Pati memusatkan energi dan pikiran untuk menjaga kedamaian serta membangun daerah sendiri. Warga juga diimbau tidak mudah terlibat mobilisasi atau aksi di luar daerah yang berpotensi menimbulkan polarisasi.
“Aspirasi hendaknya disampaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme konstitusional yang mengedepankan kepentingan masyarakat Pati,” demikian bunyi pernyataan sikap tersebut.
Para tokoh yang hadir meyakini demokrasi yang bermartabat lahir dari kebebasan yang disertai tanggung jawab. Semboyan yang digaungkan dalam kegiatan ini adalah “Orang Pati jaga Pati, orang Pati jaga NKRI.”