SOLO — Sebanyak 400 hingga 500 motor dari berbagai daerah di Indonesia hadir meramaikan puncak acara anniversary ke-26 BBMC Central Java di Taman Sriwedari, Sabtu (22/08/2026) malam. Para peserta datang dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Lombok, hingga Bali, dengan sebagian menempuh perjalanan hingga empat hari menuju Kota Solo.
Vice President BBMC Central Java, Agung Yudanto, menegaskan bahwa perayaan kali ini sengaja dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat. "Untuk anniversary BBMC Central Java, yang ini ke-26 tahun ini kita selenggarakan tidak hanya acara kumpul-kumpul saja, tapi ada acara bakti sosial, ada acara pemeriksaan gratis. Kita juga mengakomodir UMKM," ungkapnya di sela-sela acara.
Pemilihan Kota Solo sebagai lokasi perayaan bukan tanpa alasan. Agung menjelaskan, posisi geografis Solo yang berada di antara wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi pertimbangan utama agar memudahkan akses bagi seluruh anggota yang datang dari berbagai penjuru.
Selain sebagai ajang silaturahmi nasional, momen ini juga dimanfaatkan untuk mengenang sejarah panjang komunitas. Dalam kegiatan tersebut, Agung memperlihatkan vest atau rompi serta Kartu Tanda Anggota (KTA) BBMC tahun 1999 sebagai bagian dari memorabilia perjalanan komunitas.
Kehadiran ribuan bikers ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Surakarta. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, menilai kegiatan komunitas semacam ini memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga.
"Bagi kami ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat positif ketika komunitas datang ke Solo, tentu yang dibawa bukan hanya motor dan kegiatannya, tetapi juga energi, kreativitas, dan kesempatan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Maretha.
Ia berharap semangat Ride with Culture yang diusung BBMC dapat terus diwujudkan. Menurutnya, kegiatan yang menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, dan menggerakkan UMKM adalah kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Solo.
"Semoga semangat Ride with Culture dapat terus diwujudkan melalui kegiatan yang menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, menggerakkan UMKM dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tandasnya.
Perayaan anniversary ke-26 ini menjadi bukti bahwa komunitas otomotif tidak hanya identik dengan konvoi, tetapi juga bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan menjaga harmoni sosial di tengah kota.