DEMAK — Puluhan ibu-ibu PKK di RT 03 Desa Bandungrejo, Mranggen, Demak, tidak sekadar mendapat teori. Mereka diajak meracik sendiri bahan-bahan alami menjadi cairan penangkal nyamuk yang aman digunakan di rumah.
Program yang diinisiasi mahasiswa KKN UPGRIS ini berlangsung pada Sabtu (8/8/2026). Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari mencampur bahan hingga mengemas hasil racikan mereka.
Alih-alih menggunakan bahan kimia yang kerap memicu iritasi, spray ini mengandalkan rempah dan tanaman yang mudah ditemukan di dapur. Mahasiswa memandu langsung proses peracikan agar komposisinya tepat dan efektif mengusir nyamuk.
Para ibu juga diberi kesempatan bertanya seputar pemakaian yang benar dan cara penyimpanan agar khasiatnya bertahan lama. Praktik gotong royong ini diharapkan menjadi kebiasaan baru yang berkelanjutan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UPGRIS Kelompok 40, Hanif Fadliansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberi dampak langsung bagi warga, bukan hanya memenuhi agenda wajib kuliah.
“Kami ingin apa yang kami lakukan di Desa Bandungrejo bukan sekadar formalitas KKN, melainkan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Kami berharap spray anti nyamuk alami ini bisa menjadi langkah kecil bagi warga untuk mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga,” ujar Hanif.
Ketua RT 04, Dwi Susilowati, menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, gangguan nyamuk memang menjadi persoalan harian yang kerap dihadapi masyarakat, terutama saat musim hujan tiba.
“Spray anti nyamuk memang sangat diperlukan masyarakat Desa Bandungrejo. Terima kasih kepada mahasiswa KKN karena telah memberikan edukasi dan membantu membuat spray anti nyamuk untuk mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk,” katanya.
Melalui kegiatan ini, interaksi antara mahasiswa dan warga pun semakin erat. Pengetahuan yang dibagikan diharapkan terus dipraktikkan, menjadikan lingkungan rumah lebih sehat tanpa bergantung pada produk kimia instan.