BRIN Targetkan Uji Terbang Roket Dua Tingkat pada 2029, Siapkan Motor RX 450

Penulis: Budi Santoso  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 09:07:01 WIB
Peneliti BRIN menunjukkan perkembangan desain roket dua tingkat yang ditargetkan menjalani uji terbang penuh pada 2029.

JAWA TENGAH — BRIN memetakan pengembangan roket dua tingkat secara bertahap hingga 2029. Tahun ini menjadi fase krusial karena tim peneliti harus menuntaskan desain keseluruhan dan sistem separasi, didukung anggaran PRIS untuk pengembangan motor roket RX 450 yang ditargetkan mampu menjangkau 100 kilometer.

Kepala Pusat Riset Teknologi Roket (PRTR) BRIN, Arif Nur Hakim, menyatakan dukungan PRIS mempercepat pencapaian teknologi kunci yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar lembaga riset tersebut.

"Kehadiran PRIS sangat membantu dan membuat teman-teman periset semakin bersemangat dalam menjalankan riset. Dukungan ini turut membuka ruang bagi periset untuk fokus pada pencapaian teknologi kunci," kata Arif dalam Town Hall Meeting Peta Jalan Penerbangan dan Keantariksaan, dikutip dari laman resmi BRIN, Jumat (14/8).

Jadwal Uji Terbang Bertahap Menuju 2029

Peta jalan menuju uji terbang penuh disusun secara terukur. Setelah desain dan Critical Design Review (CDR) selesai, BRIN menargetkan uji statis motor roket berperforma tinggi dan uji terbang sistem separasi pada 2027.

Memasuki 2028, uji terbang tingkat pertama dan kedua akan dilakukan secara terpisah. Tahapan ini menjadi batu loncatan terakhir sebelum uji terbang roket dua tingkat secara utuh digelar pada 2029.

Bandar Antariksa dan Keterlibatan Investor Strategis

Di luar pengembangan roket, BRIN juga mengupayakan pembangunan Bandar Antariksa yang diamanatkan undang-undang. Dua mitra investor strategis telah digandeng, masing-masing fokus pada segmen roket besar dan roket kecil.

Arif menjelaskan kolaborasi tersebut kini memasuki tahap konsolidasi kesepakatan. Desain dasar Bandar Antariksa ditargetkan rampung pada 2026, dilanjutkan pemagaran lahan dan pembangunan fasilitas dasar pada tahun berikutnya, bersamaan dengan penyelesaian regulasi dan perjanjian kerja sama dengan negara mitra.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pencapaian ini akan menjadi tonggak penting bagi kemandirian teknologi roket nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri keantariksaan global.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top