Gerindra Kudus Salurkan 51 Unit Alsintan ke Petani, Targetkan Efisiensi Biaya Produksi dan Perkuat Ketahanan Pangan

Penulis: Andi Pratama  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:31:01 WIB
DPC Partai Gerindra Kudus menyalurkan 51 unit alat dan mesin pertanian kepada petani di sela-sela kegiatan partai pada Senin, 24 Agustus 2026.

KUDUS — DPC Partai Gerindra Kabupaten Kudus menyalurkan 51 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendorong percepatan pengolahan lahan di daerah tersebut. Ketua DPC Gerindra Kudus, Sulistyo Utomo, menyebut bantuan ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap program swasembada pangan nasional.

Penyaluran dilakukan di sela-sela kegiatan partai pada Senin, 24 Agustus 2026. Sulistyo menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari target produksi, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan sarana produksi dan teknologi pertanian.

Rincian Bantuan: Dari Traktor Roda Dua hingga Combine Harvester

Sebanyak 51 unit alsintan yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis untuk kebutuhan pengolahan lahan dan pengairan. Rinciannya, 16 unit traktor roda dua, enam traktor roda empat, dan tiga traktor roda crawler atau rotavator.

Untuk kebutuhan irigasi, Gerindra Kudus juga menyerahkan sembilan pompa air berkapasitas enam inci dan 16 pompa air tiga inci. Satu unit combine harvester berukuran besar turut diserahkan untuk mempercepat proses panen.

Mengapa Mekanisasi Menjadi Kunci Produktivitas Petani?

Sulistyo menjelaskan, persoalan pertanian saat ini tidak hanya berkutat pada ketersediaan lahan. Petani juga menghadapi tantangan akses pupuk, benih, jaringan irigasi, hingga pembiayaan dan jaminan harga hasil panen.

“Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan swasembada pangan benar-benar dirasakan petani. Mereka harus mendapatkan dukungan agar produktivitas meningkat dan hasil pertanian memberikan kesejahteraan,” ujar Sulistyo.

Menurutnya, mekanisasi menjadi bagian penting untuk menjawab tantangan tersebut. Penggunaan alsintan dinilai mampu mempercepat pengolahan lahan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual yang semakin terbatas.

Target: Menekan Biaya Produksi dan Meningkatkan Kesejahteraan

Dengan adanya bantuan ini, Sulistyo berharap para petani di Kudus bisa bekerja lebih efisien. Dampak jangka pendek yang diharapkan adalah turunnya biaya produksi dan meningkatnya hasil panen.

“Dengan dukungan teknologi dan sarana pertanian yang memadai, kami berharap petani semakin produktif, biaya produksi bisa ditekan, dan kesejahteraan mereka ikut meningkat. Ini bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ketahanan pangan,” tandasnya.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top