40 Anak di Kendal Ikuti Lomba Maulid Nabi Berpadu Literasi dan Sambung Ayat, Ini Rinciannya

Penulis: Budi Santoso  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:39:32 WIB
anak di Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mengikuti lomba Maulid Nabi Muhammad SAW yang memadukan literasi dan sambung ayat.

KENDAL — Puluhan anak di Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mengikuti lomba peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga keberanian dan wawasan kebangsaan. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Abah Nurhadi, pendiri Yayasan Alfandi Insan Nashir, sejak pukul 09.30 WIB.

Peserta yang berasal dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP ini mengikuti lomba yang terbagi dalam beberapa kategori. Sebelum perlombaan dimulai, setiap anak mendapatkan satu buku bacaan dan diberi waktu sekitar 20 menit untuk membacanya dengan fokus.

Lomba Mewarnai hingga Tebak Cepat untuk Empat Kategori

Panitia membagi peserta ke dalam empat kategori lomba. Anak-anak PAUD, TK, dan kelas 1 SD mengikuti lomba mewarnai. Sementara itu, peserta lomba read aloud diminta membacakan sekaligus menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca, dengan penilaian dilakukan oleh Tim KKN.

Untuk peserta kelas 2–6 SD dan SMP, tantangan yang diberikan berbeda. Mereka mengikuti lomba tebak cepat dengan pertanyaan seputar pengetahuan Islam, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan wawasan kebangsaan. Setiap peserta dibekali dua lembar kertas bertuliskan B dan S untuk menentukan jawaban benar atau salah.

Sambung Ayat Al-Qur’an untuk Latih Mental Anak

Rangkaian lomba berlanjut dengan sambung ayat Al-Qur’an yang dibagi menjadi dua kategori. Kategori kelas 2–3 SD mendapatkan materi surah An-Nas hingga Al-Kafirun, sedangkan kategori kelas 4–6 SD dan SMP mendapatkan materi surah An-Nas hingga At-Takatsur. Tim KKN kembali bertindak sebagai juri dalam perlombaan ini.

Abah Nurhadi selaku pendiri Yayasan Alfandi Insan Nashir menilai lomba sambung ayat memiliki tujuan khusus untuk melatih mental anak sejak dini. Menurutnya, keberanian anak untuk tampil dan berkompetisi menjadi bagian penting dalam proses perkembangan mereka.

Dakwah Pendidikan Lewat Game Edukatif

Muhammad Yasir, salah satu pengurus Yayasan Alfandi Insan Nashir, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang dengan konsep game edukatif. Pihaknya ingin memberikan motivasi kepada anak-anak Bangunsari bahwa pendidikan itu penting.

“Kegiatan ini berkonsep game edukatif. Kami ingin memberikan motivasi kepada anak-anak Bangunsari bahwa pendidikan itu penting. Ini juga menjadi salah satu bentuk dakwah pendidikan di Desa Bangunsari,” ujar Muhammad Yasir.

Kolaborasi antara yayasan dan mahasiswa KKN ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak di tengah perayaan hari besar Islam. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu mereka langsung di tengah masyarakat.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top