UNDIP Hidupkan Lagi Lahan Tidur 5 Tahun di KHDTK Penggaron Semarang Jadi Sawah Modern Bertenaga Surya

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:13:01 WIB
UNDIP mengaktifkan kembali lahan tidur seluas lima tahun di KHDTK Penggaron, Semarang, menjadi sawah modern berenergi surya.

SEMARANG — Kawasan hutan yang dulunya tampak mati kini mulai menghijau kembali. UNDIP menggarap lahan tidur di KHDTK Penggaron menjadi laboratorium lapangan pertanian berkelanjutan yang tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak.

Kepala Kantor KHDTK UNDIP, Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS, M.P., menjelaskan bahwa sistem irigasi sawah ini mengandalkan energi matahari. Enam panel surya berkapasitas sekitar 60 meter kubik per jam dioperasikan setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

"Untuk mendukung ketersediaan air, kami juga membuat pompa hidrolik yang dapat bekerja selama 24 jam," jelasnya.

Air Bebas Logam Berat, Tanah Siap Tanam

Sebelum ditanami, tim melakukan serangkaian uji kualitas. Hasilnya, sumber air dari sungai setempat tidak terkontaminasi logam berat. Sementara itu, tingkat keasaman tanah terukur pada pH 7 hingga 8, angka yang ideal untuk budidaya padi.

Pada tahap awal, varietas yang ditanam adalah Inpari (Inbrida Padi Irigasi) dan Inpago, varietas unggul padi gogo yang cocok untuk lahan kering. Ke depan, UNDIP berencana mengembangkan varietas unggul hasil persilangan Rojolele dengan padi asal Jepang.

Uji coba juga akan dilanjutkan dengan padi merah kaya nutrisi dan serat yang dinilai cocok untuk penderita diabetes.

Bukan Sekadar Panen, Melainkan Edu-Ekowisata

Wakil Rektor II UNDIP, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., menegaskan bahwa kawasan ini tidak hanya diarahkan untuk memproduksi beras. KHDTK Penggaron dirancang menjadi pusat pembelajaran dan penelitian terpadu.

"Diharapkan kawasan KHDTK UNDIP di Penggaron dapat berkembang menjadi edu-ekowisata hutan," ujarnya.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, UNDIP akan menggandeng komunitas jeep di sekitar kawasan. Integrasi antara pertanian, pendidikan, penelitian, dan wisata ini diharapkan memberi nilai ekonomi sekaligus edukatif bagi pengunjung.

Masyarakat Sekitar Jadi Prioritas

Pengembangan kawasan ini menempatkan warga sebagai bagian tak terpisahkan. Menurut Warsito, kehadiran UNDIP harus berdampingan dengan masyarakat sekitar, bukan malah mengasingkan mereka.

"Kehadiran UNDIP adalah berdampingan dengan masyarakat. Masyarakat adalah keluarga," imbuhnya.

Dengan menggabungkan sawah modern, energi surya, dan teknologi pompa hidrolik, UNDIP menargetkan KHDTK Penggaron menjadi contoh pengelolaan kawasan yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan. Proyek ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga sekitar Semarang.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: joss.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top