Massa BEM Semarang Raya Akhirnya Capai Tugu Muda, Polisi Beri Izin dengan 3 Kesepakatan

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:15:01 WIB
Massa BEM Semarang Raya menyampaikan aspirasi di Simpang Tugu Muda, Semarang, setelah negosiasi dengan polisi.

SEMARANG — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Semarang Raya (BEM Sera) akhirnya menyampaikan aspirasinya di Simpang Tugu Muda setelah melalui negosiasi alot dengan aparat kepolisian. Massa sempat tertahan di depan DP Mall Semarang dan dilarang melanjutkan perjalanan dengan alasan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menyebabkan kemacetan.

Ketegangan sempat memuncak ketika mahasiswa mendesak maju dan terjadi aksi saling dorong dengan polisi. Negosiasi yang berlangsung sekitar satu jam akhirnya membuahkan hasil, dan sekitar pukul 17.30 WIB massa diperbolehkan bergerak menuju lokasi aksi.

Tiga Kesepakatan Sebelum Aksi Digelar

Perjalanan massa ke Tugu Muda tidak serta-merta diberikan tanpa syarat. Polisi memberikan izin dengan tiga kesepakatan yang harus dipatuhi peserta aksi.

  • Mahasiswa diminta menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.
  • Tidak melakukan blokade jalan yang dapat mengganggu arus lalu lintas.
  • Menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan sebelum pukul 18.00 WIB.

Lima Tuntutan BEM Sera: Dari Harga BBM hingga KKN

Setibanya di depan Museum Mandala Bhakti, orator langsung membacakan Panca Tuntutan Rakyat atau Pantura. Tuntutan pertama adalah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menstabilkan nilai tukar rupiah.

Massa juga mendesak pengembalian TNI dan Polri ke fungsi utama, serta evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penghentian program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dua tuntutan terakhir menyangkut pengembalian kepemilikan tanah kepada rakyat dan revitalisasi wilayah terdampak bencana, serta penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintahan.

Mengapa Tugu Muda Dipilih?

Perwakilan BEM Sera, Rangga, yang merupakan mahasiswa Undip, menyebut pemilihan Tugu Muda bukan tanpa alasan. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki nilai historis sebagai simbol perjuangan pemuda dan masyarakat Semarang dalam Pertempuran Lima Hari pada 1945.

"Karena sampai hari ini poin tuntutan kita yang kita aksi di depan kantor DPR maupun kantor gubernur itu tidak mau didengar oleh pemerintah maupun digubris oleh pemerintah," kata Rangga.

Ia menambahkan, aksi di ruang publik yang bermakna sejarah ini merupakan gebrakan setelah sebelumnya demonstrasi hanya digelar di depan kantor pemerintahan. Mahasiswa juga melakukan tabur bunga sebagai simbol berkabung atas kondisi negara yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan.

Setelah menyampaikan tuntutan, massa berputar satu kali mengelilingi Simpang Tugu Muda. Sekitar pukul 18.09 WIB, peserta aksi membubarkan diri secara tertib dan meninggalkan kawasan tersebut. Meski sempat terjadi ketegangan di Jalan Pemuda, jalannya aksi hingga akhir dapat diselesaikan tanpa insiden berarti.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top