SEMARANG — Dusun Siroto di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, bertransformasi menjadi pusat pembelajaran perikanan terpadu. Universitas Negeri Semarang (UNNES) membangun Pusat Edukasi Berbasis Perikanan atau Edumina di kawasan Kampung Minapolitan tersebut melalui program pengabdian masyarakat.
Ketua tim pengabdian, Ervando Tommy Al-Hanif, M.T., menyebut program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal yang telah tumbuh di dusun tersebut. Pengembangan pusat edukasi tidak hanya menyentuh pembangunan sarana fisik, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.
“Program Pengembangan Pusat Edukasi Berbasis Perikanan atau Edumina ini merupakan upaya untuk mengembangkan potensi lokal Kampung Siroto melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan,” ujar Ervando dalam keterangan tertulis, pekan ini.
Salah satu kegiatan utama dalam pengembangan Edumina adalah pembangunan dan penguatan fasilitas Study Center Budidaya Lele di kawasan budidaya Kelompok Mina Lancar. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran langsung bagi masyarakat.
Materi yang diajarkan mencakup pengenalan budidaya, pemeliharaan ikan, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, hingga pengembangan potensi usaha berbasis perikanan. Warga tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
Program ini melibatkan kolaborasi luas. UNNES bersinergi dengan PLN UIT JBT, mahasiswa UNNES GIAT 16, serta Kelompok Budidaya Ikan Mina Lancar. Mahasiswa berperan dalam koordinasi, survei lapangan, pendampingan kegiatan, dan dokumentasi.
Mereka juga menjadi penghubung antara tim pengabdian, mitra, dan masyarakat Dusun Siroto. Keterlibatan mahasiswa ini memperkuat pelaksanaan program di tingkat akar rumput.
Ketua Kelompok Mina Lancar, Mukhlis, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam program ini. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak membuka peluang untuk memperkuat kapasitas kelompok sekaligus memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat sekitar.
“Kami menyambut baik program ini karena memberikan ruang bagi kelompok dan masyarakat untuk belajar serta mengembangkan potensi perikanan yang ada di Siroto,” ungkap Mukhlis.
“Harapannya, pengalaman yang selama ini kami miliki dapat dikembangkan bersama dengan pengetahuan dan inovasi dari perguruan tinggi maupun pihak lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” lanjutnya.
Ke depan, Edumina diharapkan tidak hanya menjadi ruang edukasi internal bagi Kelompok Mina Lancar. Fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, dan berbagai pihak yang ingin mempelajari sektor perikanan secara langsung.
Sinergi antara UNNES, PLN UIT JBT, Kelompok Mina Lancar, dan masyarakat Dusun Siroto menjadi langkah bersama dalam memperkuat potensi Kampung Minapolitan Siroto. Kolaborasi ini diharapkan mendorong pengembangan perikanan berbasis edukasi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga melalui potensi lokal yang dimiliki.