DEPOK — BPR BKK Jawa Tengah berbagi pengalaman soal pembiayaan perumahan lewat lembaga keuangan mikro (LKM) di hadapan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dalam forum yang digelar di Gedung Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia itu, perusahaan pelat merah tersebut menyebut kedekatan dengan warga jadi kunci utama.
Rudy Wahyu Triyanto menjadi narasumber dalam sesi panel bertajuk "Sharing Praktik Baik Pembiayaan Perumahan pada Lembaga Keuangan Mikro I". Diskusi ini merupakan bagian dari Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Direktorat Pembiayaan Perumahan Perdesaan, Kementerian PKP.
Menurut Rudy, BPR BKK Jateng punya keunggulan yang tidak dimiliki bank besar, yakni pemahaman mendalam terhadap karakteristik ekonomi masyarakat di daerah. Hal ini membuat proses analisis kelayakan debitur bisa lebih akurat dan sesuai kondisi lapangan.
"Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembiayaan perumahan melalui lembaga keuangan mikro. BPR BKK Jateng memiliki kedekatan dengan masyarakat, khususnya masyarakat di Jawa Tengah, sehingga kami melihat peran ini sebagai bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau," ujar Rudy dalam forum tersebut.
Dalam FGD tersebut, pembahasan tidak hanya berhenti pada teori. Para peserta mendalami praktik nyata penyaluran pembiayaan, mulai dari karakteristik produk dan profil debitur, mekanisme penyaluran, hingga sumber pendanaan.
Proses analisis kelayakan dan pengelolaan risiko juga menjadi sorotan utama. Hal ini dinilai krusial agar penyaluran pembiayaan tetap sehat dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini sulit mengakses kredit perumahan konvensional.
Partisipasi BPR BKK Jateng dalam forum ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Nasional Tiga Juta Rumah. LKM dinilai punya peran strategis dalam memperluas akses pembiayaan yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi calon debitur.
Forum ini sekaligus menjadi ajang untuk membuka peluang kemitraan antara LKM, Kementerian PKP, dan pemangku kepentingan lainnya. Praktik baik serta kendala di lapangan turut dibahas untuk mencari solusi bersama dalam penyaluran pembiayaan perumahan.
Melalui pengalaman dan jaringan pelayanan yang dimiliki, BPR BKK Jateng menyatakan akan terus memperkuat peran lembaga keuangan dalam menyediakan akses pembiayaan bagi masyarakat, termasuk untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak. [ADV]