SEMARANG — Perubahan cuaca yang sulit diprediksi di Jawa Tengah membuat pengendara sepeda motor harus lebih antisipatif, terutama saat hujan tiba-tiba mengguyur setelah jalanan lama kering. Debu, kotoran, dan sisa oli yang menumpuk di aspal akan bercampur air hujan dan membuat daya cengkeram ban berkurang drastis. Kondisi ini menjadi pemicu utama tergelincirnya kendaraan saat melintas di jalan raya.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Mukammad Aldy Irvansyah, menjelaskan bahwa kontaminasi di permukaan aspal menjadi bahaya laten yang tidak terlihat. Ketika air turun, lapisan oli dan debu yang menempel akan terangkat dan membentuk lapisan licin di atas aspal.
"Pengendara motor perlu mengetahui berbagai ancaman di jalanan sehingga bisa mengantisipasi dan lebih berhati-hati dalam berkendara, terutama saat kondisi iklim tidak menentu," katanya.
Bahaya semakin besar ketika pengendara melakukan pengereman mendadak, berbelok, atau bermanuver secara tiba-tiba di atas permukaan yang baru basah tersebut. Kecepatan tinggi hanya akan memperbesar risiko kehilangan kendali.
Hujan deras juga secara langsung mengurangi visibilitas pengendara. Air yang membasahi kaca helm, cipratan dari kendaraan lain, serta derasnya curah hujan membuat pandangan terhadap kondisi jalan dan kendaraan di sekitar menjadi kabur.
Selain itu, genangan air yang terbentuk di permukaan jalan dapat memicu fenomena aquaplaning atau hydroplaning. Pada kondisi ini, ban kehilangan kontak dengan aspal sehingga motor terasa tidak stabil dan sulit dikendalikan.
Pengendara lain yang panik juga menjadi ancaman tersendiri. Hujan yang turun mendadak sering memicu pengereman keras, perpindahan jalur, atau belokan tanpa isyarat yang jelas dari pengguna jalan lain.
Aldy menegaskan bahwa kunci keselamatan adalah mengurangi kecepatan sejak kondisi cuaca mulai berubah, bukan menunggu hujan deras mengguyur. Dengan kecepatan lebih rendah, pengendara memiliki waktu reaksi yang lebih baik terhadap situasi tak terduga di depannya.
"Jaga jarak dengan kendaraan di depan lebih jauh dari biasanya dan hindari pengereman mendadak. Lakukan pengereman secara bertahap agar kendaraan tetap terkendali," ujarnya.
Menyalakan lampu utama pada siang hari juga wajib dilakukan. Langkah ini membantu kendaraan lain mendeteksi keberadaan motor, terutama saat jarak pandang berkurang akibat hujan.
Penggunaan perlengkapan berkendara yang sesuai juga tidak kalah penting. Jas hujan model setelan atas dan bawah lebih disarankan karena menunjang kenyamanan dan menjaga konsentrasi selama perjalanan.
"Ada baiknya kita berjaga-jaga untuk keamanan dan kenyamanan saat berkendara di tengah situasi apa pun. Utamakan #Cari_Aman berkendara dalam keadaan apa pun karena keluarga kita sudah menunggu di rumah," tandasnya.