JAWA TENGAH — Setiap destinasi dinilai dari enam faktor: kelangkaan satwa, keterpencilan lokasi, nilai konservasi, eksklusivitas, aksesibilitas, dan peluang bertemu satwa. Masing-masing faktor diberi skor maksimal 10, lalu dijumlahkan hingga nilai akhir 100.
Menariknya, destinasi dengan skor tertinggi justru yang paling sulit dijangkau. Sarah Parker, Direktur Penjualan Bailey Robinson, mengatakan bahwa pengalaman melihat satwa liar yang paling istimewa biasanya mengharuskan traveler menempuh perjalanan lebih jauh dan masuk lebih dalam ke alam liar.
1. Trekking Gorila Gunung di Rwanda atau Uganda
Posisi puncak ditempati pengalaman melihat gorila gunung di habitat aslinya dengan skor 90 dari 100. Wisatawan didampingi pemandu berpengalaman yang membantu menemukan kelompok gorila, dengan nilai sempurna untuk faktor peluang perjumpaan.
Di Rwanda, hanya 96 izin trekking yang diterbitkan setiap hari. Sementara di Taman Nasional Bwindi, Uganda, jumlah pengunjung dibatasi maksimal delapan orang untuk setiap keluarga gorila yang sudah terbiasa dengan manusia.
2. Ekspedisi Penguin Kaisar di Antarktika
Destinasi ini meraih skor 88,5 dan mendapat nilai sempurna untuk faktor keterpencilan dan eksklusivitas. Menyaksikan penguin kaisar di alam bebas Antarktika bukanlah pengalaman yang bisa dinikmati banyak orang.
3. Ekspedisi Antelop Saiga di Kazakhstan
Dengan skor 87, ekspedisi melacak antelop saiga menempati peringkat ketiga. Asia dan Afrika menjadi kawasan yang paling banyak muncul dalam daftar sepuluh besar.
4. Pelacakan Macan Tutul Salju di Ladakh atau Himalaya
Mendapat skor 85,5, pengalaman ini menantang wisatawan untuk melacak salah satu kucing besar paling sulit ditemukan di dunia.
5. Pelacakan Badak Jawa di Banten, Indonesia
Satu-satunya habitat badak jawa di dunia berada di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Destinasi ini masuk daftar dengan skor 85, sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia di kancah wisata satwa internasional.
6. Pelacakan Badak Hitam di Namibia atau Kenya
Dengan skor 84,5, wisatawan bisa melihat langsung upaya konservasi badak hitam yang populasinya terus terancam punah.
7. Ekspedisi Beruang Kutub di Svalbard
Destinasi di kepulauan Arktik ini meraih skor 84 dan menawarkan pengalaman melihat beruang kutub di habitat esnya yang semakin menyusut.
8. Pelacakan Orang Utan di Kalimantan, Indonesia
Destinasi kedua dari Indonesia yang masuk daftar adalah melihat langsung habitat orang utan di hutan Kalimantan, dengan skor 84. Pengalaman ini menegaskan peran Indonesia dalam konservasi primata besar yang hanya ditemukan di Asia Tenggara.
9. Ekspedisi Gorila Dataran Rendah Timur di Republik Demokratik Kongo
Dengan skor 81,5, destinasi ini menawarkan perjumpaan dengan gorila dataran rendah timur di kawasan hutan hujan Kongo.
10. Safari Anjing Liar Afrika di Botswana atau Tanzania
Melengkapi daftar dengan skor 81, safari ini menjadi kesempatan langka menyaksikan salah satu predator paling efisien di sabana Afrika.
Sarah Parker menegaskan bahwa kemewahan sejati dalam wisata satwa liar adalah kesempatan mengalami sesuatu yang langka dan bermakna. Menurutnya, wisatawan juga harus bepergian secara bertanggung jawab serta mendukung kawasan dan proyek konservasi yang membuat perjumpaan ini bisa terjadi.
Dua destinasi Indonesia yang masuk daftar ini membuktikan bahwa kekayaan alam Nusantara diakui dunia. Taman Nasional Ujung Kulon dan hutan Kalimantan bukan cuma destinasi wisata, melainkan benteng terakhir bagi spesies yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.