Gus Yasin Terima Tawaran Beasiswa Santri Jateng ke Turki, Perkuat Program LFSP yang Baru Memberangkatkan 15 Pelajar

Penulis: Budi Santoso  •  Kamis, 03 September 2026 | 21:11:32 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Direktur Awwamah Center Indonesia Syekh Muhyiddin Awwamah di Semarang, Kamis (3/9/2026).

SEMARANG — Peluang pendidikan ke luar negeri bagi santri Jawa Tengah kembali melebar. Setelah tahun ini memberangkatkan belasan santri ke Yaman, Mesir, dan China, kini pemerintah provinsi tengah menjajaki kerja sama baru dengan Awwamah Center Indonesia (ACI) untuk program beasiswa pendidikan hadis di Turki.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut tawaran itu datang langsung dari Direktur ACI, Syekh Muhyiddin Awwamah, saat berkunjung ke kediamannya di Semarang pada Kamis (3/9/2026). Lembaga yang dikelola Syekh Muhyiddin itu membuka kesempatan bagi santri untuk memperdalam ilmu hadis di pondok yang berada di Turki.

Skema Belajar Daring dan Intensif di Turki

Tidak serta-merta berangkat ke luar negeri, peserta yang lolos seleksi akan menjalani pembelajaran secara bertahap. Menurut Taj Yasin, program yang ditawarkan berupa pembelajaran satu tahun secara daring.

"Beliau memberikan beasiswa kepada santri-santri yang ingin melanjutkan pendidikan, khususnya pendidikan hadis di pondok beliau," terang wagub yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Setelah mengikuti pembelajaran dan dinyatakan lulus dalam setiap tahap ujian, peserta akan diberangkatkan ke Turki untuk mengikuti pendidikan intensif sekitar satu bulan. Selama di sana, para santri mendapat fasilitas tempat tinggal dan konsumsi secara gratis.

Menariknya, pembinaan tidak berhenti setelah kembali ke Indonesia. Para peserta akan mendapatkan pendidikan lanjutan agar mampu mengajarkan ilmunya kepada santri lain di pesantren masing-masing. Selain pendalaman hadis, mereka juga dibekali kemampuan meneliti dan mengkaji naskah-naskah kuno karya ulama.

Memperkuat Pendidikan Hadis yang Masih Langka

Syekh Muhyiddin, ulama kelahiran Aleppo, Suriah, ini menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk pengembangan pendidikan hadis. Alasannya, jumlah pesantren di provinsi ini sangat banyak dan perhatian terhadap pendidikan keagamaan tinggi.

Namun, ia menyoroti masih sedikitnya lembaga yang secara khusus membina kader pendalaman ilmu hadis. Selama ini, banyak pesantren dan perguruan tinggi lebih fokus pada kajian fikih, tasawuf, akidah, dan bahasa Arab.

ACI sendiri mengklaim telah memiliki jaringan dengan lembaga pendidikan di lebih dari 70 negara dan sekitar 250 pusat pendidikan hadis. Khusus di Indonesia, lembaga ini telah menjalin kerja sama dengan sekitar 40 lembaga, termasuk pesantren dan perguruan tinggi.

Jateng Aktif Perluas Akses Beasiswa Santri

Gus Yasin menegaskan tawaran tersebut sejalan dengan upaya Pemprov Jateng memperluas akses pendidikan bagi santri. Saat ini pemerintah provinsi tengah mengembangkan program beasiswa melalui LFSP Jawa Tengah.

Pada tahun ini, tercatat 73 santri asal Jawa Tengah memperoleh beasiswa pendidikan. Dari jumlah tersebut, 15 santri di antaranya melanjutkan pendidikan ke sejumlah negara seperti Yaman, Mesir, dan China.

Kunjungan Syekh Muhyiddin ke Jawa Tengah merupakan yang kedua kalinya setelah tahun 2025. Kunjungan kali ini merupakan tindak lanjut dari program pendidikan yang telah berjalan bersama lembaga pendidikan di Indonesia selama setahun terakhir.

Di akhir pertemuan, Pemprov Jateng, LFSP, dan ACI menandatangani Minutes of Meeting (MoM) sebagai dasar penyusunan kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU). "Tidak menutup kemungkinan, kami juga akan melakukan kerja sama dengan Ma'had beliau," beber Gus Yasin.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: ppid.jatengprov.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top