SEMARANG — Festival Kota Lama tahun ini berlangsung 16 hari penuh, lebih panjang dari edisi-edisi sebelumnya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menyebut durasi sengaja ditambah karena bersamaan dengan kedatangan tamu MTQ Nasional XXXI.
"Rangkaian Festival Kota Lama tahun ini memang kita panjangkan karena menyambut tamu-tamu atau peserta MTQ Nasional," ujarnya di Semarang, Kamis (3/9/2026).
Setiap agenda punya karakter dan daya tariknya sendiri, kata Indriyasari. Kegiatan tidak hanya panggung hiburan, tetapi juga melibatkan komunitas dan mengajak warga menikmati kawasan Kota Lama sebagai destinasi heritage.
"Buat saya semuanya ada keunikan tersendiri, tetapi bentuknya macam-macam. Ada orchestra on the street and dance, gowes di kawasan heritage, jazz, dan peragaan busana," jelasnya.
Beberapa acara unggulan yang masuk jadwal antara lain 1.000 Angklung Berkebaya di Fasad Marba pada 19 September, peragaan busana di area yang sama, serta Wayang Orang on the Street (WOTS) yang akan menggelar pertunjukan di depan Gedung Yayasan Kanisius pada 13 September.
Salah satu agenda yang ditunggu adalah Pasar Malam Sentiling yang berlangsung 4–13 September di Metro Point. Pasar malam ini menghadirkan sejumlah tenant kuliner legendaris yang bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan setiap hari pukul 16.00–22.00 WIB.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pagi, ada Gowes Semarang Heritage pada 6 September dengan start di Kelenteng Tay Kak Sie dan finis di Fasad Marba. Kegiatan ini mengajak peserta menyusuri bangunan bersejarah di kawasan Kota Lama dengan sepeda.
Indriyasari berharap seluruh rangkaian berjalan aman dan lancar. Pihaknya ingin menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan sekaligus menjadi tuan rumah yang baik bagi peserta MTQ Nasional.
"Kami ingin mereka menikmati Semarang yang berbeda," pungkasnya.