Panen Raya di Pemalang, Pemprov Jateng Sebar Traktor hingga Pompa Air demi Target 10,5 Juta Ton Padi

Penulis: Budi Santoso  •  Jumat, 04 September 2026 | 10:31:32 WIB
Gubernur Jawa Tengah memanen padi bersama petani di lahan Kelompok Tani Utama V, Pemalang, sebagai bagian dari panen raya untuk mendukung target produksi 10,5 juta ton pada 2026.

PEMALANG — Target produksi padi Jawa Tengah sebesar 10,5 juta ton pada 2026 bukan sekadar angka di atas kertas. Di tengah puncak panen raya kedua yang berlangsung saat ini, pemerintah daerah mengaku optimistis capaian tersebut akan terpenuhi, salah satunya dengan memastikan alat produksi hingga irigasi siap di lapangan.

Hingga Agustus 2026, produksi padi di Jateng tercatat sudah mencapai 6,69 juta ton. Angka itu setara 63 persen dari total target yang dicanangkan pada awal tahun.

"Januari–Agustus ini sudah 6,69 juta ton. Hari ini kita panen padi di Pemalang, di kabupaten lain juga melakukan panen. Apabila ini bisa berkelanjutan, maka akan bisa terpenuhi," ujar Gubernur Ahmad Luthfi.

Perlengkapan Sawah Disiapkan untuk Lahan Tadah Hujan

Agar produktivitas terus berjalan, Pemprov Jateng tidak hanya mengandalkan musim. Dua mekanisme penanganan lahan disiapkan. Sawah tadah hujan akan mengandalkan sistem perpompaan dan perpipaan, sementara sawah irigasi digenjot lewat optimalisasi jaringan tersier.

Alat pertanian seperti traktor, combine harvester, dan pompa air pun dibagikan ke sejumlah daerah. Bantuan ini tidak berhenti di Pemalang, tetapi menyasar kabupaten lain yang menjadi lumbung padi di Jawa Tengah.

Pemalang Andalkan Luas Tanam 109.497 Hektare

Pemalang sendiri merupakan salah satu dari lima daerah penyangga produksi padi terbesar di provinsi ini. Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, menyebut tahun ini daerahnya menargetkan luas tanam 109.497 hektare.

Dari lahan seluas itu, produksi Gabah Kering Giling (GKG) ditargetkan mencapai 456.549 ton. Adapun produktivitas rata-rata dipatok 5,7 ton per hektare.

Namun lokasi panen raya di lahan Kelompok Tani Utama V yang membentang 45 hektare tersebut diproyeksikan lebih subur. Rata-rata produksinya ditaksir mencapai 7,2 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

Harga Gabah di Tingkat Petani Capai Rp 8.500 per Kilogram

Soal harga, para petani di lokasi panen terpantau diuntungkan. Gabah kering panen dihargai antara Rp 7.500 hingga Rp 8.500 per kilogram.

Rentang harga tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjadi insentif alami untuk terus menanam. Momen panen raya ini pun menjadi penanda bahwa pasokan pangan di Jawa Tengah masih berada dalam tren positif menjelang akhir tahun.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top