KENDAL — Satu per satu HP milik pegawai dan peserta magang di Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan diperiksa langsung oleh Kalapas Suharno. Pemeriksaan berlangsung setelah apel pagi, Selasa (8/9).
Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan internal sekaligus pencegahan dini. Petugas memastikan tidak ada aplikasi maupun riwayat aktivitas yang berkaitan dengan judi online di setiap perangkat yang diperiksa.
Sebelum pemeriksaan dimulai, Suharno memberikan penguatan kepada seluruh jajarannya saat apel pagi. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Suharno juga menyampaikan kembali arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai larangan pegawai terlibat judi online. Larangan tersebut tidak hanya soal bermain, tetapi juga mencakup penggunaan perangkat komunikasi untuk mengakses, mempromosikan, atau terlibat dalam aktivitas serupa.
“Judi online bukan hanya persoalan pribadi, tetapi juga dapat berdampak terhadap integritas, kedisiplinan, dan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas,” kata Suharno.
Sidak dadakan ini sempat mengejutkan sejumlah petugas. Khoirul Karuniawan, salah satu petugas Lapas Pemuda Plantungan, mengaku tidak menyangka pemeriksaan HP juga menyasar perangkat milik pegawai.
“Saya sangat terkejut dengan peristiwa pagi ini. Bapak Suharno memang penuh kejutan,” tuturnya.
Setelah HP miliknya diperiksa, Khoirul mengaku lega karena tidak ditemukan keterlibatan dengan aktivitas judi online. Menurutnya, pemeriksaan ini menjadi pengingat agar seluruh petugas terus menjaga diri.
“Langkah bapak pimpinan ini memang luar biasa, supaya semua petugas bersih dari judol,” ucapnya.
Suharno menegaskan bahwa sidak HP bukan sekadar mencari aplikasi judi online yang terpasang di perangkat pegawai. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya mematuhi aturan.
“Kami melakukan langkah pencegahan dan pengawasan secara langsung agar seluruh pegawai dan peserta magang benar-benar terbebas dari aktivitas judi online,” tegasnya.
Ia meminta seluruh pegawai tidak sampai terjerumus dalam aktivitas judi online yang dapat berdampak buruk terhadap kehidupan pribadi maupun profesional.