Harga Minyak Brent Tembus US$99 Usai Iran Serang Kapal Perang AS, WTI Ikut Naik

Penulis: Eko Saputro  •  Rabu, 09 September 2026 | 10:20:02 WIB
Harga minyak mentah Brent menembus US$99 per barel menyusul serangan Iran terhadap kapal perang AS di Yordania.

JAWA TENGAH — Konflik berkepanjangan antara Washington dan Teheran kembali memanaskan pasar komoditas energi. Serangan terbaru yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menargetkan dua kapal perusak AS dan sebuah fasilitas militer di Al Azraq, Yordania. Aksi ini disebut sebagai balasan atas serangan AS terhadap kapal tanker minyak Iran.

Serangan itu berhasil dihalau sebagian besar oleh pertahanan udara Yordania. Dari 20 rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran, sebanyak 18 berhasil dihancurkan. Dua rudal sisanya jatuh di area tak berpenghuni tanpa menimbulkan korban jiwa.

Penguatan Empat Sesi Beruntun, Brent Naik 25 Persen Sejak Agustus

Lonjakan kali ini menandai sesi keempat berturut-turut harga minyak menguat. Berdasarkan data Reuters, minyak mentah Brent naik US$1,57 atau 1,6 persen menjadi US$99,49 per barel. Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,60 atau 1,72 persen ke posisi US$94,63 per barel.

Jika dihitung sejak awal Agustus, harga Brent telah melesat sekitar 25 persen. Pemicunya bukan hanya serangan terbaru, tetapi juga memudarnya harapan akan solusi damai atas perang yang sudah berlangsung enam bulan tersebut.

Ancaman Balasan AS: Kapal Tanker Iran Jadi Target

Washington tak tinggal diam. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan negaranya akan terus menyerang kapal tanker minyak Iran sebagai bentuk pembalasan atas upaya serangan terhadap kapal perang AS. Pernyataan itu disampaikan Rubio saat kunjungan kerjanya ke Kolombia.

"Iran terus mencoba menyerang kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan itu, mereka akan kehilangan kapal tanker," kata Rubio kepada wartawan.

Pernyataan tersebut mengindikasikan eskalasi belum akan mereda dalam waktu dekat. Ancaman terhadap infrastruktur minyak Iran berpotensi mengganggu rantai pasok global yang selama ini dijaga ketat oleh pasar.

Yang Perlu Dipantau Pasar Selanjutnya

Pelaku pasar kini mengarahkan perhatian pada dua hal: respons militer Iran atas ancaman Rubio, serta data stok minyak mentah AS yang dijadwalkan rilis pekan ini. Jika pasokan dari Teluk terganggu lebih jauh, level psikologis US$100 per barel untuk Brent bisa segera teruji. Namun bila AS menunjukkan sikap de-eskalasi, koreksi teknis bisa terjadi setelah penguatan yang panjang ini.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top