Dinkesda Blora Temukan Tempe MBG Ditaruh di Depan Toilet SPPG Sukorejo 2, Minta Dapur Ditutup Permanen

Penulis: Budi Santoso  •  Jumat, 11 September 2026 | 08:01:02 WIB
Dinkesda Blora menemukan tempe untuk menu MBG diletakkan di depan toilet dapur SPPG Sukorejo 2.

BLORA — Inspeksi mendadak tim gabungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora mengungkap pelanggaran penyimpanan bahan makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2. Tempe yang disiapkan untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan diletakkan persis di depan toilet.

Kepala Dinkesda Blora Edy Widayat membenarkan temuan itu. Menurutnya, tata cara penyimpanan bahan makanan di dapur penyedia MBG tersebut melenceng jauh dari prosedur keamanan pangan.

"Betul, ada beberapa hal di dalam persiapan ya, persiapan dan penyimpanan peletakan bahan-bahan makanan yang siap olah yang tidak sesuai dengan prosedur keamanan pangan," kata Edy saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/9/2026).

Ratusan Siswa Alami Gejala Keracunan

Sidak ini bukan tanpa sebab. Dinkesda Blora menerjunkan tim gabungan setelah menerima laporan ratusan siswa yang mendadak mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG dari dapur tersebut.

Tim yang dikerahkan mencakup tenaga gizi, kesehatan lingkungan, surveilans, hingga laboratorium. Mereka langsung melakukan pengecekan ke lokasi dapur.

"Kita awal adalah penanganan kasus dan pendataan kasus yang terdampak. Kami juga menurunkan tim dari surveilans, tenaga gizi, kesehatan lingkungan, dan laboratorium untuk langsung checking ke dapur," terang Edy.

Sampel Dikirim ke Lab Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

Dinkesda Blora telah mengambil sampel makanan dan mengirimkannya ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Pengujian dilakukan secara komprehensif untuk memastikan penyebab pasti gejala keracunan yang dialami siswa.

Edy yang juga menjabat Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG Blora menyebut pihaknya meneliti seluruh proses. Mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan bahan kering dan basah, hingga tahap pengolahan.

"Harapan kami dapur-dapur yang beroperasional bukan hanya menyajikan makanan, tapi mulai dari pemilihan bahan, cara penyimpanan bahan kering, basah, daging, ayam, dan lain-lain harus sesuai prosedur. Karena dari situlah higiene dan keamanan pangan dimulai," jelas Edy.

Rekomendasi Penutupan Permanen Diserahkan ke BGN

Satgas MBG Blora telah menyodorkan laporan sementara ke Badan Gizi Nasional (BGN). Laporan akhir masih menunggu hasil uji laboratorium turun.

Dinkesda merekomendasikan SPPG Sukorejo 2 ditutup secara permanen. Namun Edy menegaskan penutupan operasional dapur sepenuhnya menjadi kewenangan BGN.

"Langkah awal begitu ada keracunan kami buat data awal, sidak, lalu buat laporan sementara ke BGN karena laporan akhir tunggu hasil lab turun. Kami rekomendasikan untuk penutupan, dan penutupan memang wewenang dari BGN," tegasnya.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari BGN soal tindak lanjut rekomendasi tersebut. Warga Sukorejo dan orang tua siswa menunggu kepastian apakah dapur MBG itu masih beroperasi atau dihentikan sementara menunggu hasil lab.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top