JAWA TENGAH — Asus memperluas jajaran laptop AI-nya lewat Vivobook 14 Flip (TP3407SA), perangkat convertible yang sudah memenuhi standar Copilot+ PC. Artinya, fitur AI generatif bisa berjalan langsung di perangkat, bukan sekadar mengandalkan koneksi internet ke server.
Yang menarik, pendekatan ini disebut tidak membebani CPU utama karena tugas AI ditangani unit khusus. Berikut rincian yang perlu diketahui sebelum mempertimbangkan membelinya.
Dapur pacu Vivobook 14 Flip mengandalkan prosesor Intel Core Ultra dengan chip NPU terdedikasi. Asus mengklaim performa AI mencapai 49 TOPS, angka yang menentukan seberapa lancar tugas kecerdasan buatan diproses di perangkat.
Dua pilihan prosesor tersedia: Intel Core Ultra 5 (226V) atau Intel Core Ultra 7 (256V). Keduanya dirancang efisien dan dipadukan dengan NPU terintegrasi berdaya 40–47 TOPS untuk menangani beban AI.
Dengan kapasitas itu, beberapa fitur bisa dijalankan lokal:
Asus menyematkan tombol khusus Copilot Key di keyboard. Sekali tekan, asisten pintar langsung terpanggil tanpa perlu mencari menu.
Sebagai laptop 2-in-1, engsel 360 derajat memungkinkan tiga mode pemakaian: laptop, tenda, dan tablet. Fleksibilitas ini yang jadi nilai jual utama seri Flip dibanding laptop konvensional.
Untuk pengguna yang suka menggambar, Vivobook 14 Flip mendukung stylus pen dalam paket penjualannya. Asus menyebut perangkat ini cocok untuk mereka yang berjiwa seni dan sering bekerja dengan sketsa digital.
Daya tahan disokong baterai berkapasitas 70Wh. Kapasitas ini tergolong besar untuk ukuran laptop 14 inci dan sejalan dengan klaim prosesor yang efisien.
Kombinasi chip hemat daya dan baterai jumbo jadi kombinasi logis untuk mobilitas harian. Sayangnya, belum ada data resmi soal daya tahan real-world maupun harga di Indonesia.
Vivobook 14 Flip memposisikan diri sebagai laptop AI yang terjangkau dengan kemampuan lipat 360 derajat. Kombinasi Intel Core Ultra, NPU 49 TOPS, dan baterai 70Wh menjadikannya menarik untuk pekerja kreatif yang butuh fleksibilitas laptop-tablet.
Tanpa harga resmi dan angka benchmark independen, belum bisa dinilai apakah klaim performa AI-nya sepadan. Calon pembeli sebaiknya menunggu pengujian pihak ketiga sebelum memutuskan.