SEMARANG — Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ketiga dengan tantangan berat. Hingga Senin (14/9) pukul 22.00 Wita, tim SAR baru menemukan 114 orang dari total 243 penumpang dan awak yang tercatat. Rinciannya, 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia.
Angka itu menyisakan 129 orang yang masih belum ditemukan. Posisi kapal yang kini terbalik dan bergeser sekitar 1,6 nautical mile ke arah barat dari titik awal penemuan membuat proses evakuasi kian rumit.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa kondisi kapal yang tengkurap menghadirkan bahaya tersendiri bagi tim penyelam. Masuk ke badan kapal bukan sekadar persoalan keberanian, melainkan perhitungan matang terhadap arus, cuaca, dan struktur bawah laut.
"Kalau misalkan posisinya tengkurap pada saat tim penyelam itu masuk, tentunya memiliki risiko tersendiri dan operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan dan safety first, artinya jaminan aman," ujar Syafii.
Faktor lain yang memperumit operasi adalah keberadaan sekat dan ruang kosong di dalam kapal. Kondisi tersebut memungkinkan kapal terus bergeser mengikuti arus laut.
"Begitu juga pada saat ada ruang-ruang di kapal yang kosong ini, kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka misalkan salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa, tentunya ini akan sangat membahayakan," katanya.
Basarnas memutuskan melibatkan personel dengan pengalaman dan pendidikan khusus dalam penanganan kapal tenggelam. Setiap metode penyelaman dihitung berdasarkan kondisi aktual kapal dan lingkungan bawah laut.
Salah satu penumpang yang berhasil selamat adalah Mia Melinda (28), warga Kendal, Jawa Tengah. Perempuan itu ditemukan setelah terombang-ambing di laut selama sekitar empat jam. Kapal tugboat pertama kali menyelamatkannya sebelum ia dipindahkan ke kapal SAR.
Mia mengalami luka di kepala sehingga tim SAR memutuskan mengevakuasinya melalui udara menggunakan helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas. Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita menyatakan korban langsung dibawa ke RS TNI AU Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru.
"Korban telah tiba di Banjarbaru dan langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) TNI AU Lanud Sjamsudin Noor untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Hilman, Senin (14/9/2026).
Kondisi Mia relatif stabil. Ia masih dapat berbicara meski harus menjalani pemeriksaan fisik lanjutan dan rontgen akibat luka di kepalanya. Ketika ditemui setelah diselamatkan, pengalaman itu masih membekas.
"Semuanya seperti mimpi," kata Mia singkat.
Dari Kabupaten Magelang, dua warga Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, turut berada di kapal tersebut. Ahmad Bukhori alias Mamad (31) berangkat sebagai sopir, sedangkan Nur Hisyam (34) menjadi kernet dalam satu truk yang sama.
Kepala Desa Kalikuto Muh Faid memastikan kedua warganya memang berada di KM Virgo Transport 8. Kabar baik datang pada Minggu (13/9) sore ketika Ahmad berhasil ditemukan selamat. Ia bahkan sempat menghubungi istrinya, Ngaeni Mutoharoh, dengan meminjam telepon milik relawan.
"Aku baik-baik aja," demikian kabar Ahmad kepada keluarganya.
Namun kelegaan itu belum lengkap. Nur Hisyam belum ditemukan. Hisyam disebut berangkat membawa muatan barang berupa bibit dan kuningan dari wilayah Tempuran untuk dikirim ke Banjarmasin. Keluarganya kini hanya bisa menunggu perkembangan pencarian.
Kakak iparnya, Kusni Hidayat, mengatakan harapan keluarga tetap terjaga meski waktu terus berjalan. Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih berlanjut dengan melibatkan tim penyelam khusus dan pengawasan ketat terhadap kondisi kapal yang terus bergeser.