RDIF dan BRICS Pay India Sepakati Sistem Pembayaran Bebas Dolar AS

Penulis: Budi Santoso  •  Jumat, 18 September 2026 | 08:06:31 WIB

JAWA TENGAH — RDIF bersama BRICS Pay India dan JSC BRICS Pay menandatangani kerja sama pengembangan sistem pembayaran lintas negara berbasis mata uang nasional. Kesepakatan diteken di New Delhi, di sela kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke India. Inisiatif ini menyasar transaksi antar-negara BRICS tanpa ketergantungan pada dolar AS dan jaringan SWIFT.

BRICS Pay dirancang sebagai kerangka kerja pembayaran lintas negara terdesentralisasi. Inisiatif ini menjadi prioritas utama negara-negara anggota BRICS di tengah sanksi ekonomi Barat dan ancaman eksklusi finansial global.

Solusi Keuangan Praktis, Bukan Sekadar Aliansi Geopolitik

"Tugas utamanya adalah memastikan BRICS bukan sekadar asosiasi geopolitik yang kuat, tetapi memiliki solusi keuangan dan investasi praktis yang menyatukan seluruh negara anggota," ujar Kirill Dmitriev, CEO RDIF sekaligus utusan khusus Presiden Putin.

Dmitriev menambahkan, BRICS Pay hadir untuk melengkapi sistem pembayaran nasional yang sudah ada agar dapat saling terhubung (interoperable). Tujuannya melancarkan arus perdagangan dan investasi langsung antar-negara anggota menggunakan mata uang lokal masing-masing.

QR Code dan CBDC Jadi Jalur Penghubung

Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, mengimbau seluruh negara anggota dan mitra BRICS untuk segera menghubungkan sistem pembayaran nasional mereka. Langkah itu ditempuh demi memperluas transaksi tanpa dolar AS.

Dari sisi bank sentral, Gubernur Reserve Bank of India (RBI) Sanjay Malhotra mengungkapkan para anggota tengah mendiskusikan penghubungan antara sistem pembayaran cepat (fast-payment systems) dan Mata Uang Digital Bank Sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC).

Alternatif SWIFT untuk Negara Global South

Sistem pembayaran ini diharapkan menjadi alternatif konkret dari jaringan SWIFT yang selama ini dikuasai negara-negara Barat. BRICS Pay digadang menciptakan efisiensi transaksi yang lebih murah, aman, dan dapat diakses seluruh negara Global South.

Bagi pelaku bisnis di negara anggota, kehadiran BRICS Pay berpotensi memangkas biaya konversi mata uang dan mempercepat penyelesaian transaksi lintas batas. Namun, tingkat adopsi akan bergantung pada kesiapan infrastruktur pembayaran domestik masing-masing negara dan kesepakatan teknis antar-bank sentral.

Sejumlah negara BRICS dan mitra telah menyatakan minat bergabung ke dalam ekosistem ini. Perluasan keanggotaan menjadi kunci apakah BRICS Pay mampu menjadi jaringan pembayaran alternatif yang signifikan di perdagangan global.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top