SEMARANG — Enam pejabat pimpinan tinggi pratama mengisi kursi kepala dinas dan badan di lingkungan Pemprov Jateng. Selain itu, empat pejabat administrator, dua pengawas, dan 10 fungsional ikut diambil sumpahnya dalam upacara yang sama.
Luthfi menyatakan setiap kandidat wajib melewati asesmen, verifikasi, hingga uji kompetensi sebelum ditetapkan. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi praktik penitipan jabatan dalam rotasi maupun promosi pejabat.
“Tidak ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang dalam pengisian jabatan itu melalui jasa titip-titip. Semuanya harus sesuai dengan manajemen talenta,” tegasnya.
Uswatun Hasanah mengisi posisi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Endro Hudiyono dilantik sebagai Inspektur Provinsi Jawa Tengah.
Ary Widiyantoro menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah, sementara Andi Suryanto memimpin Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah. Linda Widiastuti Ariningrum mengisi kursi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Joko Mulyono menjadi Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
Menurut Luthfi, pengisian jabatan tersebut sudah memperoleh persetujuan dan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara. Pejabat terpilih dinilai memiliki kapasitas sesuai kebutuhan organisasi.
Masih ada sejumlah jabatan yang belum terisi. Pemprov Jateng akan memprosesnya lewat tahapan yang sama, lalu mengajukan usulan ke pemerintah pusat setelah seluruh proses di tingkat provinsi rampung.
Dalam arahannya, Luthfi mengingatkan jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab. Setiap ASN dituntut menjunjung tinggi norma, etika, serta hukum.
Para pejabat juga diminta memperkuat kolaborasi antarlembaga di lingkungan pemerintah daerah. Sinergi dinilai penting agar program pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Rotasi ini menambah daftar penyesuaian kursi strategis di Pemprov Jateng. Seluruh pejabat yang dilantik diharapkan memperkuat kinerja birokrasi dan pelayanan publik di wilayah tersebut.