SEMARANG — Olahraga tidak lagi dipandang sekadar aktivitas menjaga kebugaran atau mencetak atlet berprestasi. Pemprov Jateng menilai sektor ini bisa menjadi mesin ekonomi baru, terutama lewat sport industry dan sport tourism.
Wagub Taj Yasin Maimoen menyampaikan hal itu di hadapan peserta upacara Haornas ke-43 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu (9/9/2026).
Sport Tourism Dinilai Bisa Tarik Warga Luar Daerah
Menurut Taj Yasin, geliat olahraga masyarakat membuka peluang ekonomi yang belum banyak digarap. Salah satunya lewat wisata olahraga yang mendatangkan peserta dari luar daerah.
"Sport tourism ini bisa membuat masyarakat dari luar daerah datang ke Jawa Tengah untuk berolahraga, sekaligus menikmati destinasi dan kuliner yang kita punya," katanya.
Kawasan Jatidiri di Semarang disebutnya sebagai contoh. Kompleks itu tidak hanya dipakai untuk kegiatan olahraga, tetapi juga berfungsi sebagai ruang publik.
Taj Yasin memastikan sejumlah fasilitas olahraga di kawasan tersebut sudah dibuka untuk masyarakat umum.
Porprov Jateng 25-31 Oktober 2026 Diperkirakan Diikuti 9.000-10.000 Peserta
Pemprov Jateng juga menyiapkan pembinaan atlet lewat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Ajang itu dijadwalkan berlangsung 25-31 Oktober 2026.
Taj Yasin memperkirakan 9.000 hingga 10.000 peserta akan hadir di Semarang. Porprov dinilainya menjadi ruang untuk mengukur sekaligus memamerkan potensi atlet daerah.
"Ini harus kita pertahankan, syukur-syukur kita tingkatkan. Kita tingkatkan kualitas atlet kita," ujarnya.
Jateng selama ini rutin menyumbang atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu di kejuaraan nasional maupun internasional.
Haornas Diminta Tak Berhenti Jadi Kegiatan Seremonial
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jateng Aria Chandra Destianto menyebut peringatan Haornas tahun ini melibatkan sejumlah unsur. Di antaranya perwakilan induk organisasi olahraga (Inorga), Kormi Jateng, dan Balai Pembinaan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (BPPOP) Jateng.
Aria menegaskan Haornas harus menjadi pendorong partisipasi masyarakat, bukan sekadar upacara tahunan.
"Haornas ke-43 tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, meningkatkan kebugaran masyarakat, menguatkan prestasi olahraga nasional dan menguatkan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan," ujarnya.
Semakin banyak warga yang aktif berolahraga, kata Aria, akan berdampak pada kebugaran. Dalam jangka panjang, budaya olahraga menjadi fondasi lahirnya atlet berprestasi.
Ia menyebut Jateng konsisten mencatatkan prestasi di berbagai ajang, seperti Peparnas, Pomnas, Popnas, serta kejuaraan tingkat nasional dan internasional. Sejumlah atlet asal Jateng juga memperkuat kontingen Indonesia di SEA Games dan Asian Para Games.
"Prestasi tersebut membuktikan bahwa Jawa Tengah mampu menjadi gudang atlet berprestasi," tegas Aria.
Ia berharap momentum Haornas memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, satuan pendidikan, atlet, pelatih, komunitas olahraga, dan masyarakat.