BATANG — Api pertama kali terlihat oleh Wahyu, warga Desa Gondang, yang mendapati rumah milik Toyadi, 64 tahun, sudah terbakar. Wahyu langsung mengabarkan warga sekitar dan meneruskan laporan ke Pemerintah Desa Gondang, yang kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran, Koramil, Polsek Subah, serta Trantib Kecamatan Subah.
Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum bantuan datang. Namun tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan merambat ke dua rumah tetangga, yakni milik Supriyanto (43) dan Sudardi (36).
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran berawal dari api tungku dapur di rumah Toyadi yang merambat ke dinding rumah berbahan kayu. Material kayu membuat api menyebar cepat ke bangunan di sekitarnya.
Dua unit armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, dibantu personel Koramil, Polsek Subah, dan petugas Trantib Kecamatan Subah. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua setengah jam hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 15.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski begitu, tiga rumah warga dilaporkan hangus terbakar dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 250 juta.
Saat ini rumah milik Toyadi dan Supriyanto tidak dapat ditempati, sementara rumah Sudardi masih bisa digunakan. Warga sekitar bergotong royong membersihkan sisa material bangunan yang terbakar.
Camat Subah Muhammad Yasin mengimbau warganya untuk lebih waspada dan berhati-hati saat menggunakan kompor dan instalasi listrik, terutama di musim kemarau.
"Menghimbau kepada warganya untuk lebih waspada dan hati-hati saat menggunakan kompor, dan listrik di musim kemarau seperti ini," ujar Muhammad Yasin saat dikomunikasi melalui sambungan seluler.
Yasin juga berpesan agar masyarakat selalu mengecek dapur dan instalasi listrik sebelum meninggalkan rumah. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah Kecamatan Subah.