Pencarian

Banjir Bandang Solok Tewaskan Satu Warga, 100 Rumah dan 11 Kantor Pemerintahan Terdampak

Rabu, 23 September 2026 • 05:31:31 WIB
Banjir Bandang Solok Tewaskan Satu Warga, 100 Rumah dan 11 Kantor Pemerintahan Terdampak
Banjir bandang di Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok, merendam sekitar 100 rumah warga dan 11 kantor pemerintahan.

SOLOK — Banjir bandang di Nagari Batang Barus terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah itu sekitar pukul 19.30 WIB, Senin, 21 September 2026. Material lumpur dan kayu yang terbawa arus menutup sejumlah area di sekitar lokasi kejadian, termasuk akses jalan di kompleks pemerintahan Kabupaten Solok.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan pencarian korban hilang terus dilakukan. Tim SAR menyusuri aliran sungai dan memeriksa tumpukan material lumpur yang menutup sejumlah titik.

"Saat ini ada dua korban yang belum ditemukan," kata Berton saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Berdasarkan pembaruan data, satu dari dua korban tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Satu korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan hingga Selasa petang.

Seratus Rumah hingga Kantor Pemerintahan Terendam

BPBD Kabupaten Solok mencatat sekitar 100 rumah warga terdampak banjir bandang. Sebanyak 11 kantor pemerintahan di kawasan Arosuka juga terendam, sementara 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat material banjir.

Selain korban meninggal, satu warga mengalami luka berat dan tiga warga lainnya luka ringan. Data sementara BPBD mencatat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi di dua lokasi yang disiapkan pemerintah daerah.

Angka pengungsi masih bergerak. Sebelumnya BNPB menyebut sekitar 50 warga membutuhkan tempat pengungsian, sehingga pendataan korban terus diperbarui di lapangan.

Pencarian Korban dan Pembersihan Material Masih Berjalan

Tim gabungan belum menghentikan operasi di lokasi. Selain mencari korban yang belum ditemukan, petugas melakukan evakuasi, pembersihan material lumpur, dan pendataan dampak bencana.

Aliran sungai menjadi fokus penyisiran karena material banjir bandang terbawa arus dan menutup sejumlah area. Pemeriksaan tumpukan lumpur dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertimbun.

Pemerintah daerah menyiapkan dua lokasi pengungsian bagi warga yang rumahnya tidak layak ditempati. Pendataan kerusakan rumah dan bangunan pemerintahan masih berlangsung untuk menentukan bentuk bantuan bagi warga terdampak.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks