JAWA TENGAH — Puluhan pohon tabebuya di kawasan Gunung Malang, Balikpapan, Kalimantan Timur, tengah berbunga serentak dengan warna putih dan pink yang menyerupai sakura Jepang. Warga maupun pelancong bisa melihatnya langsung di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan A Yani. Fenomena ini muncul di tengah musim kemarau yang membuat banyak tanaman lain sulit berbunga.
Selain di Gunung Malang, deretan tabebuya berbunga juga menghiasi kawasan Karang Jati hingga Gunung Sari. Di ruas jalan tersebut, pohon tabebuya kuning mendominasi dengan jumlah mencapai ratusan batang. Kompleks perumahan Balikpapan Baru dan Balikpapan Regency juga menanam tabebuya, termasuk di kluster deRoyale.
Bunga yang berguguran meninggalkan lapisan warna di trotoar dan taman. Petugas kebersihan taman mengaku kewalahan menyapu kelopak yang jatuh setiap hari. Meski begitu, pemandangan ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga di tengah kondisi kekeringan dan antrean bahan bakar minyak yang melanda kota.
Nama ilmiah tabebuya adalah Handroanthus chrysotruchus. Pohon ini berasal dari Amerika Selatan, terutama Brasil, lalu menyebar ke berbagai negara beriklim tropis termasuk Indonesia. Beberapa kota besar seperti Jakarta dan Surabaya lebih dulu menanamnya sebagai pohon pelindung jalan.
Di Surabaya, tabebuya pink yang tumbuh subur membuat warga menjulukinya "Sakura Surabaya". Sejak era kepemimpinan wali kota sebelumnya, penanaman tabebuya di kota itu terus diperluas ke sejumlah ruas jalan.
Tabebuya dibedakan berdasarkan warna bunga yang berbentuk seperti terompet. Beberapa jenis yang paling banyak ditanam:
Selain bunganya yang rimbun, daun tabebuya tidak mudah rontok. Akarnya juga tidak merusak rumah atau tembok meski batangnya keras dan besar. Dua sifat ini membuat tabebuya cocok ditanam di pinggir jalan perkotaan maupun kompleks perumahan.
Menanam tabebuya tergolong mudah. Bibit bisa diperoleh dari biji yang jatuh dari pohon, stek batang, atau membeli di depot tanaman hias dan toko online.
Warga Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Tenggarong yang ingin mendapatkan bibit tabebuya gratis bisa datang ke Pusat Persemaian Mentawir. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Persemaian seluas 120 hektare milik Kementerian Kehutanan itu diresmikan Presiden Jokowi pada 4 Juni 2024. Fasilitas ini dibangun untuk mendukung program forest city IKN dan memproduksi 15 juta bibit pohon per tahun.
Selain tabebuya, tersedia bibit pohon endemik seperti meranti, ulin, sungkai, kapur, tengkawang, dan bengkirai. Ada pula bibit pohon pelindung dan buah-buahan seperti jambu, mangga, durian, cempedak, manggis, pucuk merah, flamboyan, tanjung, dan salam. "Silakan datang ke Mentawir, bibitnya kita kasih gratis," kata seorang petugas persemaian.
Selain tabebuya, bugenvil (Bougainvillea spectabilis) juga mekar di musim kemarau. Tanaman ini banyak menghiasi pekarangan rumah dan median jalan di Balikpapan. Di Jalan A Yani, beberapa pot bugenvil tumbuh subur dengan bunga cukup rimbun.
Bugenvil berasal dari Amerika Selatan, terutama Brasil, Peru, dan Argentina. Namanya diambil dari penjelajah Prancis Louis Antoine de Bougainville yang membawanya ke Eropa pada abad ke-18. Bunga ini juga disebut bunga kertas karena kelopaknya tipis menyerupai kertas.
Setidaknya ada sembilan jenis bugenvil populer, mulai dari Glabram, California Gold, Mrs Eva, Cherry Blossom, White, Orange Ice, Royal, Striata, hingga Vera Depp Purple. Warna bunganya kini tidak hanya merah, tetapi juga putih dan kekuning-kuningan.
Deretan bugenvil berwarna-warni bisa dilihat saat melintasi jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Di median jalan tol Samarinda-Balikpapan juga ditanam bugenvil, meski sebagian terlihat mati beberapa waktu lalu, diduga terdampak kebakaran hutan di sekitar jalan.
Bagi traveler yang ingin menikmati pemandangan tabebuya, waktu terbaik berkunjung adalah saat musim kemarau ketika bunga mekar serentak. Cukup melintasi Jalan Mayjen Sutoyo atau Jalan Jenderal Sudirman untuk melihat deretan pohon berbunga tanpa perlu tiket masuk. Informasi terkini soal bibit gratis di Persemaian Mentawir dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola setempat.